Alor, KomPaknews.com I Marice Makanlehi dan Yustin Lapenangga dari Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kalabahi behasil lolos sebagai finalis Lomba Olimpiade Penerapan Kimia tingkat Internasional. Lomba ini akan diadakan pada Selasa (05/10/2021), pukul 18.00 WITA secara online.
Hal ini dibenarkan oleh Sekretaris Jenderal DPP GARPU, Fridrik (Fritz) Makanlehi selaku Paman (om) kandung Marice Makanlehi pada hari Selasa (05/10/2021) lewat handphone selulernya kepada awak media.
“Barusan saya menelpon keponakanku, (Marice atau yang sering dipanggil Susan), pada pukul 18.00 WITA, Mereka berdua akan mengikuti lomba kimia antar negara secara online,” pungkas Fritz.
Marice Makanlehi merupakan Anak kandung dari Sabdi Makanlehi dan Jesi Padabain. Sabdi Makanlehi Camat dari Alor Tengah Utara, Kabupaten Alor dan juga merupakan Kaka Kandung, Fritz Makanlehi. Sedangkan Jesi merupakan kaka kandung dari Yanto Padabain.
Berkaitan dengan jaringan di Alor yang kurang stabil, Fritz berharap, jaringan internet di Alor tidak masalah atau error sehingga mereka berdua bisa mengikuti lomba secara baik.
“Jaringan di Alor, kadang baik dan kadang tidak bagus. Sehingga saya berharap, disaat perlombaan berlangsun. Jaringan di Alor tetap stabil atau lancar sebagaimana biasanya,” Harap Fritz.
“Keponakanku barusan bilang, mereka akan mengikuti lomba antar negara secara online. Lomba Pelajaran Kimia menggunakan Bahasa Inggris,” Kata Fritz.
Keponakanku turunan dari suku Abui, Kabola dan Pulau Sabu Nusa Tenggara Timur.
Alor merupakan daerah tertinggal, terluar, terdepan (3T) dan juga perbatasan Indonesia dengan Timor Leste. Namun, putra maupun putrinya tidak kalah saing dalam proses belajar.
“Terima kasih Kepala Sekolah dan jajarannya di SMA Negeri 1 Kalabahi Alor. Walaupun kita dikategorikan daerah 3T. Jangan patah semangat dan teruslah belajar hingga mengharumkan nama Alor,” imbuhnya.
Fritz mengatakan, orang Alor itu pintar-pintar dan punya banyak bakat (talenta) baik dari pendidikan, olahraga, politik dan lainnya. Hanya saja tidak terpublikasikan dan juga kurang dukungan infrastruktur belajar.
