Berita  

Penahbisan 21 Pendeta di Alor, Ini Kata Pdt Elisa Maplani: GerejaTidak Boleh Buta Politik

Pdt. Elisa Maplani, S.Th.,M.Si (Foto: tertangkap layar faceBook Dinas Kominfo Kabupaten Alor)

Alor, KomPaknews.com l Pdt. Elisa Maplani, S.Th.,M.Si mendorong dua puluh satu (21) pendeta GMIT yang dilantik pada 26 Juli 2022 di Jemaat Kamengtakli tidak apatis pada dunia politik melainkan tetap mendukung kader-kadernya untuk berkontribusi bagi negara. Tidak hanya itu, ia pun meminta agar gereja harus tampil integritas seperti wanita cantik yang selalu menjaga integritasnya.

“Gereja tidak boleh buta politik ditengah-tengah dinamika kehidupan masyarakat. Gereja harus menyiapkan kader yang terbaik untuk mengisi posisi-posisi strategis sebagai wujud sumbangsi bagi upaya pembentukan peradaban masyarakat kita, sumber daya manusia gereja, sumber daya manusia masyarakat, kita.” hal ini disampaikannya dalam khotbahnya pada acara panahbisan 21 pendeta GMIT Se-Tribuana yang dilaksanakan di Kamengtakali, Alor Tengah Utara, Alor Nusa Tenggara Timur  (26/07/2022).

“Kami meminta, gereja harus menjadi gadis yang menjaga integritas dirinya, tidak boleh tampil menjadi gadis matre; gadis yang dapat dibeli dengan uang atau cewe-cwe matre,” sambung dia.

Walaupun demikian, ia meminta, para pendeta tidak terlibat dalam politik praktis dan tidak diperalat oleh politik. Karena, bagi dia, aturan GMIT sangat jelas yaitu tidak boleh berpolitik praktis.

“Gereja harus menjaga identitas dirinya untuk tidak diperalat politik dan tampil sebagai gadis yang menjaga integritas dirinya tetapi gereja tidak boleh jadi penonton ditengah-tengah perhelatan demokrasi yang ada,” katanya.

Ia menghimbau, gereja harus menyiapkan kader-kadernya untuk mengisi pada jabatan strategis di tengah perhelatan demokrasi guna meningkatkan pembangunan daerah.

“Gereja harus mempersiapkan kadernya secara baik untuk memberi sumbangsih bagi daerah ini.  Itu tidak berarti nanti semua rame-rame jadi legislatif,” harapnya.

Jika, kata dia, ada pendera yang terlibat dalam politik praktis maka akan dipensiunkan

“Aturan kita jelas ‘pendeta dilarang terlibat dalam politik praktis’. Yang mau politik praktis kita akan pensiunan dini, itu aturan kita. Tapi gereja tidak boleh buta politik ditengah-tengah dinamika kehidupan masyarakat. Gereja harus menyiapkan kader yang terbaik untuk mengisi posisi-posisi strategis sebagai wujud sumbangsi bagi upaya tentukan peradaban masyarakat kita,” terang Elisa.

Penulis: Fritz