Kesaksian Rohani kali ini membahas tentang “Jodoh benar-benar dari TUHAN”.
Kejadian 1:28
Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”
Ketika saya membaca dan merenungkan isi firman ini, saya teringat sebuah kisah nyata pernikahan wanita cantik dari Barat (sebut saja si Bunga) dan pria ganteng dari Timur (sebut saja si Pohon). Kisah nyata itu sangat menarik dan sangat mengesankan hati saya untuk dihormatinya.
Sebelumnya, saya perlu menjelaskan pengertian dari kata ‘Dijebak”. Dijebak merupakan gabungan dari awalan ‘di’ dan kata dasar ‘jebak’. Sinonim dari kata dijebak adalah dipikat, diperangkap atau ditangkap, yang berarti seseorang atau sebuah tim kerja bekerja sama dalam membuat sebuah strategi jitu untuk menangkap atau memikat orang lain agar masuk dalam konsep atau rencana besar yang diharapkan atau disusunnya.
Kembali ke kisah nyata pernikahan sejoli diatas. Sebuah kisah nyata pernikahan sejoli itu memperlihatkan dan menjelaskan kepada kita semua bahwa ‘jodoh tak bisa ditebak, hanya TUHAN mengetahuinya’ dan “Jodoh bisa dijebak apabila disetujui oleh TUHAN”. Suatu Ketika, salah satu tim (keluarga dekat dari Bunga) merancang sebuah konsep besar terhadap pernikahan Bunga dengan Pohon. Tim itu khususnya, koordinator utama (yang juga merupakan keluarga dekat si Bunga, sebut saja Simbo) mengajak si Bunga bersama dengan Pamannya liburan di luar negeri. Di satu sisi, Simbo sudah menghubungi pacarnya si Bunga yang bernama Pohon itu untuk berangkat juga ke luar negeri, Australia; berangkat dengan catatan, si Pohon wajib membawa orang tua, baik itu ayah maupun ibu untuk menjadi saksi. Di lain sisi, Simbo menyampaikan kepada saudarinya, Bunga itu agar berangkat bersama-sama dengan Paman + Istri untuk menikmati liburan di Australia. Mumpung dalam suasana liburan Nataru (Natal dan tahun baru), dengan senang si Bunga pun mengikuti apa yang disampaikan oleh Simbo. Bunga berpikir bahwa ke Australia hanyalah untuk menikmati liburan Nataru saja. Sehingga, Bunga sangat senang dan bahagia bisa menikmati liburan Nataru 2024-2025 di luar negeri (Mumpung, kesempatan tidak datang yang kedua kalinya. Sehingga, selagi masih ada kesempatan begini, jalan dan gasss! Kalau bukan sekarang, kapan lagi. Tarik gasss kencang-kencang lalu gasss!).
Sebagai catatan, segala sesuatu sudah disiapkan atau dikonsepkan oleh Simbo. Sehingga, Bunga tak perlu pikir panjang. Tugas Bunga hanya berangkat mengikuti rute tiket penerbangan yang sudah disiapkan itu.
Setelah sampai di Australia, si Bunga masuk dalam kamar untuk istarahat sebentar, sambil dia mengumping ke arah ruang tamu (Dimana, di ruang tamu itu Simbo dan Paman sedang membahas tentang pernikahan Bunga). Bunga sangat kaget dan bertanya dalam hati “Kok, malah bahas pernikahanku dengan Pohon). Merasa aneh, Bunga menghubungi Si Jeje (nama panggilan) lalu membicarakan tentang apa yang dibahas oleh Simbo dan Pamannya. Setelah curahan hati (curhat) ke Jeje, malah tertawa terbahak-bahak lalu berbicara jujur bahwa ternyata dibalik itu si Jeje juga ikut (Komplotan) dalam konsep besar yang dirancangkan oleh Bunga. Bunganya malah meminta menunda tetapi si Jeje bersikeras lalu berkata “Pulang wajib membawa surat nikah. Apabila tidak membawa maka jangan anggap saya sebagai kakaku, titik”. Akhirnya, si Bunga pun mengalah dan berkata “demi kakaku, aku siap menikah”.
Oh iya, Si Bunga dengan Si Pohon pacarana cuma 1 bulan dan belum pernah ketemu. Artinya mereka berdua belum pernah tatap muka secara langsung. Mereka ketemu-tatap muka secara langsung ketika perjalanan ke Australia.
“Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” Adalah perintah yang Allah meminta manusia melakukannya. Allah meminta Adam meniduri istrinya Hawa untuk memperbanyak Adam dan Hawa-hawa lain (perbanyak turunan). Allah juga memintah Nuh untuk berkembang biak dan penuhi muka bumi, sebagaimana yang disebutkan dalam dalam Kejadian 8: 17e, yang berbunyi ‘supaya semuanya itu berkeriapan di bumi serta berkembang biak dan bertambah banyak di bumi’.
Rencana atau konsep besar yang dibangun oleh Simbo ini merupakan langkah atau cara yang tepat untuk mempertemukan Bunga dan Pohon dalam satu ikatan pernikahan. Setelah menikah sudah tentu mereka berdua akan melakukan hubungan suami-istri untuk menghadirkan keturunan baru (beranak cucu dan berkembangbiak). Kata berkembang biak bisa dikatakan sebagai beranakcuculah dan penuhilah muka bumi ini, adalah sebuah perintah atau petunjuk yang disampaikan oleh Allah kepada manusia.
Sehingga, menurut saya, Bunga dijebak untuk mendapatkan kebahagiakan yang sesungguhnya atau sebenarnya. Sebab, apabila Bunga yang menentukan jalannya, sendiri belum tentu mendapatkan pria yang tepat. Bisa jadi, Pria yang dinikahi (menurut pemikiran Bunga) adalah memeiliki perilaku yang tidak tepat. Bagi saya, Pohon merupakan Pria yang baik hati, masih perjaka, Hamba Tuhan dan ganteng. Jadi, sudah tepat dan benar Bunga memiliki Pohon untuk hidup bersama dalam satu daging sampai selamanya.
Si Simbo dan si Jeje berpikir bahwa si Pohon adalah pria yang baik hati dan tidak suka mempermainkan Wanita. Sehingga, sangat layak dan tepat dinikahi dengan Bunga. Apabila si Bungamenikah dengan si Pohon sudah tentu rumah tangganya akan menerima kebahagiaan yang sebenarnya untuk selamanya. Mempertemukan mereka dalam sebuah konsep Rohani (ikatan pernikahan) merupakan hal atau sebuah strategi jitu yang baik dan yang juga tak mungkin dipikirkan dan dilakukan oleh orang lain. Simbo memiliki konsep besar yang sulit dibaca atau diketahui oleh lawannya. Simbo memberikan konsep besar itu untuk kebahagiakan orang-orang yang dikasihinya. Sehingga, sudah tepat kedua pasangan ini disatukan dalam satu ikatan pernikahan.
For Bunga
Kami sangat mengasihi dan menyayangimu. Kami tidak mau melihat Bunga menangis berlarut-larut (menangis kemarin cukuplah terjadi pada kemarin, bukan terjadi lagi pada hari ini dan berikutnya). Ingat! Kami tidak menjebak Bunga dalam konsep pernikahan ini, tetapi kami sedang melakukan konsep berbauh rohani untuk merubah masa depanmu yang lebih baik. “Air mata/kesedihan yang dialami bertahun-tahun dibalas dengan air mata kebahagiaan (rencana TUHAN indah pada waktunya”. “Semua yang sudah berlalu, biarlah berlalu. Janganlah melihat ke belakang lagi. Angkat mukamu, gandeng suamimu lalu dituntun oleh TUHAN YESUS untuk melangkah maju dalam merebut kebahagiaan yang sesungguh-sebenarnya disana”.
Menurut saya, pernikahan mereka adalah pernikahan unik dan fenomena serta bersejarah, yang di setujui oleh TUHAN. Diatas saya sebutkan, ‘jodoh-pernikahan tak bisa ditebak, hanya TUHAN yang mengetahuinya”.
Kesimpulannya:
Jodoh yang sebenarnya dan yang tepatnya harusnya datang dari TUHAN. Untuk mempertemukan jodoh, TUHAN bisa menggunakan cara apa saja untuk mempertemukan jodoh seseorang.
Ditulis oleh
Fritz Alor Boy
