Berita  

Datang Telat Lalu Buat Gaduh di Mediasi PIK 2 dan PSN, Fritz Alor Boy Sebut Khozinudin Tak Punya Etika Berdiskusi dalam Mediasi

Jakarta, KomPaknews.com – Aktivis Pembela Pekerja Pantai Indah Kapuk (GPP PIK) Fritz Alor Boy mengkritik sikap Kuasa Hukum 20 Penggugat pagar laut di perairan Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Ahmad Khozinudin seperti anak kecil yang masih baperan.

Ia menilai, sikap Khozin seperti orang yang baru belajar menjadi pengacara dan tak punya etika dalam berdiskusi.

Dia menegaskan, awal kegaduhan itu datang dari Khozin.

“Kegaduhan itu bermula saat Khozinudin tak memberikan kesempatan kepada pihak kuasa hukum Tergugat (barisan PIK 2 dan Pembangunan PSN) berbicara di hadapan para Mediator,” katanya usai proses Mediasi itu dibatalkan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 25/2/2025.

Fritz mengatakan, sebenarnya proses mediasi berjalan lancar. Namun, sambungnya, Khozin datang terlambat lalu langsung melakukan gerakan-gerakan kegaduhan.

“Sebenarnya proses Mediasi itu sedang berjalan lancar. Kedua belah pihak tak saling sanggah atau tak salling memotong pembicaraan satu sama lain. Namun, si Khozin sudah datang terlambat lalu memulai buat gerakan kegaduhan,” katanya.

Menurut Fritz, Ahmad Khozinudin berhasil membuat kegaduhan hingga terjadi keributan atau adu mulut antar Pendukung masing-masing, baik dari kubu Khozin dengan Pendukung PIK dan PSN.

“Khozin datang pada saat acara Mediasi sedang berlangsung sekitar 15 menit-an. Ketika ia berbicara, pihak PIK 2 dan PSN tak membantah atau memotong pembicaraannya. Namun, saat kuasa Hukum PSN dan PIK 2 berbicara, ia selalu saja memotong dan membantah. Ini, kan, ada rencana atau motif yang tak sehat dan tak baik dalam penyelesaian konflik ini,” lanjut Calon Advokat itu.

Ujungnya, katanya lagi, para pendukung PIK dan PSN tak terima melihat sikap Khozinudin yang tak punya etika baik dalam berdiskusi.

“Pendukung PIK dan PSN tak terima melihat sikap Khozinudin yang seperti anak kecil dan tak berikan kesempatan orang berbicara. Hal itu yang mengakibatkan Pendukung PIK dan PSN angkat suara meminta Khozin diam, mendengar dulu dan memberikan kesempatan kepada pihak kuasa hukum Tergugat berbicara,” jelasnya.

Khozinudin tak terima atas teguran Pendukung PIK itu, ia langsung angkat suara hingga meminta batal dan lainnya.

“Dia tak terima ditegur. Hingga. ia angkat suara tinggi, lalu disanggah Pendukung PIK. Akhirnya, debat mulut dan saling tunjuk terjadi hingga proses mediasi itu dibubarkan,” ucap Fritz.

“Menurutku, ini membuktikan bahwa dia dan kawan-kawannya tak punya niat baik untuk Damai,” pungkas dia.

Penulis: Tim/Red