Jakarta, KomPaknews.com – Aktivis sekaligus Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Hukum Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma Fridrik Makanlehi, ST, SH.,M.Sc atau yang sering dipanggil Fritz Alor Boy menantang debat dengan Hotman Paris. Ia nekat menantang debat dengan Hotman lantaran Hotman tak mendukung langkah Ahok dalam membongkar kasus korupsi minyak Pertamina.
“Saya ingin menantang debat dengan Pak Hotman Paris lantaran ia tak dukung langkah Ahok dalam membongkar kasus korupsi Pertamina hampir tembus 1000 triliun,” ujarnya pada 7/3/2025.
Perlu diketahui, Kejagung telah mengungkapkan kerugian negara akibat kasus korupsi Pertamina dari tahun 2018 sampai 2023 bisa tembus Rp 968,5 triliun. Korupsi tersebut hampir tembus Rp 1 kuadriliun (Rp 1000 triliun).
Ia mengatakan, harusnya Hotman sebagai penegak hukum harusnya mendukung langkah Ahok untuk membongkar kasus minyak.
“Pak Hotman itu penegak hukum. Harusnya, ia minta Jaksa Agung untuk panggil Ahok bongkar kasus korupsi Pertamina itu,” kata Alumni S2 Teknik Transportasi UGM itu.
Silakan nonton Fritz berani tantang debat Hotman Paris
Kalau, kata dia, Hotman melawan langkah Ahok untuk membongkar kasus Pertamina itu, ada apa?
“Ada apa dibalik itu? saya menduga, Pak Hotman sedang mendukung atau ingin menjadi kuasa hukum 9 tersangka kasus korupsi Pertamina itu. Sehingga, ia sengaj cari muka melalui lawan Ahok,” ujar aktivis kemanusiaan itu.
Fritz mengkritik Hotman terkait perbedaan Pertamina Holding dan Pertamina Patra Niaga. Lanjutnya, manajemennya juga pasti berbeda-beda.
“Pertamina (Persero) merupakan perusahaan induk, sedangkan Pertamina Patra Niaga merupakananak perusahaan dari Pertamina yang bergerak di bidang distribusi dan pemasaran energi. Sudah tentu memiliki kepengurusan sendiri-sendiri,” sebutnya.
“Ahok itu pernah menjabat sebagai Komut Pertamina Pusat bukan anak perusahaannya. Sudah tentu, Ahok berurusan dengan dewan direksi Pertamina Pusat lainnya bukan mengurusi manajemen anak peruhaan itu. Saya yakin, Pertamina Patra Niaga memiliki dewan direksi sendiri,” tambah dia.
