Kritik BEM UBK, Mahasiswa Unsurya Fritz Alor Boy: Saya Demo Tolak Puluhan hingga Ratusan Juta Berkali-kali

Jakarta, KomPaknews.com – Alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) sekaligus Mahasiswa S2 Hukum Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (Unsurya), Fritz Alor Boy mengkritik Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (BEM FH UBK), Muhammad Abdimaludin, terkait terima Rp 20 juta saat melakukan aksi demo.

Fritz mengatakan, beda kelas dan beda idealisme serta beda pembinaan. Sebab, Fritz memiliki prinsip idealisme yang sulit dibayar.

“Beda kelas, beda prinsip, beda idealisme, beda pembinaan dan beda kemampuan serta beda didikan atau pembinaan. Saya pimpin demo tidak pernah terima duit atau selalu tolak uang balasan juta, puluhan juta hingga ratusan juta,” ujar Fritz 24 Juni 2026.

“Banyak yang tawar bayar demo dan banyak juga yang antar uang ke saya, tapi saya menolak semuanya. Bahkan, saat saya pimpin demo, saya juga yang ikut sumbang untuk melancarkan aksi demo,” lanjutnya.

Fritz mengatakan, haram terima bayaran saat demo.

“Haram banget bagiku kalau demo ada bayaran. Saya paling benci dibayar saat demo. Bagaimana kita mau jadi orang jujur kalau demo saja terima bayaran. hmmmm, memalukan diri saja,” ucapnya.

Kalau demo, katanya lagi, mahasiswa demo karena orientasi bayaran, tentu dapat merusak martabat dan idealisme bayaran saat demo.6

“Kalau gak sanggup biaya demo, jangan demo. Kalau gak mampu beli bensin untuk pimpin demo, jangan demo. Jangan mempermalukan martabat demo dengan harga 20 juta. Kalau tidak mampu, ending duduk diam di kos atau rumah saja. Sebab, mahasiswa yang terima demo bayaran itu bikin malu; memalukan saja,” sambungnya.

Dia menyarankan, meski sedang kelaparan atau sedang kehausan hentikan dan tolak demo bayaran. Sebab, demo bayaran mengajarkan seseorang untuk bermental muka duitan.

“Meski dalam keadan lapar atau haus jangan terima demo bayaran dan harus jujur tolak bayaran saat demo. Kalau kalian demo selalu bicara duit, duit dan duit, bagaimana mau jadi pemimpin hebat ke depan?. Stop bermental duitan saat demo, ya, tegas Fritz.

“Kalau saat demo saya terima bayaran, pasti saya sudah kaya. Tapi, saya memilih tolak demo bayaran demi menjaga idealisme dan menjaga prinsip kehatian-hatian dalam diri,” tambah dia.