Jakarta, KomPaknews.com l Sejumlah aktivis kemanusiaan dari berbagai macam organisasi melakukan aksi di depan Kedutaan Besar Rusia di Jakarta Selatan, Kamis (10/3/2022).
Sejumlah aktivis kemanusiaan yaitu Forum Pemuda NTT, Aliansi Timur Indonesia, Advokat Flobamora, dan lainnya yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Cinta Damai Indonesia (AMCDI) itu menyerukan agar Rusia menghentikan perang. Selan itu, mereka juga meminta agar segera lakukan perdamaian.
AMCDI meminta, kedua pemerintah segera menghentikan peperangan. Sebab dampak dari perang itu mengakibatkan korban jiwa, pertumpahan darah, kematian dan sebagainya.
Dalam aksinya, mereka membawa maupun mengibarkan bendera dari kedua negara tersebut.
Dimana, Bendera Indonesia ditengah dan kedua bendera negera tersebut disampingnya.
Salah satu aktivis kemanusian, Fridrik (Fritz) Makanlehi mengatakan, AMCDI melakukan aksi damai atas dasar misi kemanusian
Lanjutnya, AMCDI tidak memihak siapa – siapa; AMCDI tidak memihak pada satu negara tetapi AMCDI memihak pada perdamaian.
“Kami disini tidak memihak siapa- siapa atau Rusia atau Ukraina melainkan kami teriak demi misi kemanusiaan,” ujarnya.
Menurutnya, dampak dari perang tersebut ada banyak korban atau pertmpahan dari yang dialami oleh kaum ibu dan anak.
“Saya sangat kasihan dengan Ibu-ibu, apalagi ibu – ibu yang sedang hamil. Juga, anak-anak amupun orang tua. Munurutku, Saat ini mereka sedang susah cari makan dan minum, mereka sedang, menangis, dan mereka sedang susah tidur.”
“Sebagai sesama manusia, kami prihatin dengan apa yang dirasakan oleh pengungsi yang kurang lebih mencapai dua jutaan. Karena itu, kami memohon Rusia segera menghentikan perang dan segera adakan perdamaian,” ujar aktivis kemanusiaan itu.
Lanjutnya, Bendera Indonesia yang dikibarkan diantara kedua negara berkonflik tersebut merupakan tanda bahwa masyarakat Indonesia cinta perdamaian; Masyarakat Indonesia meminta Rusia menghentikan peperangan; serta masyarakat Indonesia ada ditengah – tengah kedua negara tersebut.
