Jakarta, KomPaknews.com I Ketua Umum Aliansi Timur Indonesia, Emanuel Mikhael Kota (Mance) bersama para pengurusnya melakukan konferensi pers untuk mengambil sikap penolakan tindakan PSI kepada Viani. Selain itu, pihaknya membantah tuduhan terkait penggembungan dana reses yang dilayangkan Partai Soladaritas Indonesia (PSI) kepada Viani Limardi.
Aliansi Timur Indonesia mengecam keras perilaku Partai Solidaritas Indonesia yang dengan sewenang-wenang menuduh kadernya,Viani Limardi terkait penggelembungan dana reses.
“Atas nama organisasi Aliansi Timur Indonesia, kami mengecam keras perilaku Partai Solidaritas Indonesia yang dengan sewenang-wenang dan tuduhan yang berbau fitnah telah memecat anggotanya atas nama Viani Limardi. Viani Limardi bukan hanya mewakili Dapilnya di Jakarta Utara tapi merupakan representasi Masyarakat Indonesia Timur yang duduk di keanggotaan DPRD DKI Jakarta,” Ujar Mance dalam keterangan tertulis dan juga pada konferensi persnya, Jakarta (08/10/2021).
Ia mengatakan, Viani merupakan Wakil Sekretaris Jenderal DPP Aliansi Timur Indonesia. Sehingga Aliansi Timur Indonesia tidak akan tinggal diam; Aliansi Timur Indonesia meminta PSI bertanggung jawab atas tuduhan tersebu; dan juga, Aliansi Timur Indonesia bersama Viani untuk mengatasi persoalan ini hingga tuntas.
“Selain itu Viani Limardi juga bagian dari Organisasi Aliansi Timur Indonesia. Dimana yang bersangkutan adalah Wakil Sekretaris Jenderal DPP Aliansi Timur Indonesia,” ujar Mance
Aliansi Timur Indonesia tidak terima terhadap sikap PSI yang telah menuduh hingga berujung pemecatan pada kadernya. Menurutnya, penuduhan tersebut bagian dari pencemaran nama baik dan juga, pemecatan Viani dari Kader PSI dan anggota DPRD DKI tanpa dasar.
“Pemecatan Viani Limardi benar-benar mendegradasi arti Solidaritas itu sendiri. Partai yang menjunjung tinggi Solidaritas justru gagal menunjukkan hal tersebut sehingga tanpa dasar yang kuat bahkan berbau fitnah melakukan pembunuhan karakter sekaligus mencemarkan nama baik seorang Viani Limardi,” katanya.
Terkait gelembungkan dana reses, kata dia, PSI menuduh Viani telah gelembungkan dana reses yang diframing dengan menarik hingga dilayangkan dimedia online maupun cetak. Menurutnya, hal tersebutb hanya untuk mempermalukan Viani selaku pengurus ATI.
“Hal-hal yang bersifat internal disuguhkan di media sosial secara masif dan diframing bahwa seorang Viani Limardi menggelembungkan dana reses dan dimunculkan di berita-berita cetak dan elektonik dengan Headline yang sungguh mempermalukan Viani Limardi dan Keluarga besarnya. Berita penggelembungan dana reses dibiarkan viral secara liar berhari-hari tanpa ada bantahan sedikitpun dari Partai Solidaritas Indonesia,” terangnya.
Ia membantah, tuduhan penggelembungan dana reses tersebut tidak benar benar sebab sebagaimana yang disampaikan oleh Sekwan DPRD DKI bahwa Viani telah mengembalikan dana reses.
“Begitu Partai Solidaritas Indonesia mengumumkan pemecatan justru tidak ada sama sekali keterangan pers resmi dari partai bahwa Viani Limardi melakukan penggelembungan dana reses, bahkan tuduhan ini terbantahkan saat Sekwan DPRD DKI membantah penggelembungan dana tersebut dan menyatakan bahwa Viani Limardi telah mengembalikan dana yang tersisa dan tidak terpakai selama pelaksanaan Reses,” lanjut Dia.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal ATI, Bobby Risakotta mengatakan, Viani Limardi yang bekerja dengan luar biasa mewakili Dapilnya di Jakarta Utara yang terbukti bersih, anti korupsi, berjuang untuk warga justru direkayasa oleh Partainya sendiri untuk disingkirkan dengan tipu daya dan kebohongan.
Lanjutnya, sebagai timses Viani, kata Bobby, “jikalau seorang yang bersih justru dicitrakan sebagai seorang yang tidak sejalan dengan Visi dan Misi Partai maka perlu dipertanyakan intergritas politik sebuah partai yang bernama Partai Solidaritas Indonesia”.
Lebih lanjut, Ia memberitahukan, sebagian besar Anggota Aliansi Timur Indonesia yang mencakup Papua, Maluku, Sulawesi, NTT, NTB dan Bali merupakan pemilih Partai Solidaritas Indonesia dan turut serta memberikan suaranya untuk PSI, tetapi apa yang dipertontonkan oleh Partai Solidaritas Indonesia terhadap salah satu pengurus Organisasi Timur Indonesia yaitu Viani Limardi sungguh menciderai Solidaritas Masyarakat Indonesia Timur yang sudah berjuang bersama-sama dengan PSI.
“Kami akan tetap berdiri di atas dasar kebenaran bersama Viani Limardi dan kami akan lawan setiap rekayasa, kebohongan dan intrik politik yang sedang dimainkan oleh Partai Solidaritas Indonesia” imbuh Bobby.
Ia menegaskan, Indonesia Timur sangat solidaritas dengan kadernya, oleh karena itu ATI akan tuntut PSI agar mempertanggung jawabkan perbuatannya.
“Indonesia Timur adalah daerah yang menjunjung tinggi “Solidaritas”, untuk itu kami akan rapatkan untuk melawan setiap bentuk kezoliman dan Jangan Harap, 2024 suara dari Indonesia Timur akan ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI),” kata Bobby.
