Jakarta, KomPaknews.com l Wakil Ketua DPR RI Rachmad Gobel menerima aspirasi para bupati/wakil bupati dari Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kehadiran para bupati/wakil bupati dari NTT seperti Bupati/wakil bupati dari Nagekeo, Sabu, Sumba, Kupang, Manggarai, Alor hingga Sikka didampingi oleh didampingi tiga anggota DPR RI dari NTT, yaitu Julie Sutrisno, Ratu Ngadu Bonu Wulla dan Jacki Uly.
Para Bupati dan wakilnya tersebut menyampaikan menyampaikan aspirasi berupa pertanian, kesehatan, pendidikan, koperasi, nelayan, dan ekonomi kreatif untuk diperjuangkannya. Selain itu, Para bupati tersebut mengungkapkan aspirasi lain seperti alat mesin pertanian (alsintan), pembangunan infrastruktur, bus sekolah, bantuan pupuk, dan tenaga kesehatan.
Ia mengatakan, kesejahteraan NTT merupakan kesejahteraan Indonesia sehingga aspirasi yang disampaikan perlu diperjuangkan.
“Saya akan teruskan ke kementerian terkait, karena ini sangat penting bukan hanya bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat NTT, tapi juga bagi Indonesia,” ujar Gobel, di Kompleks Parlemen, Senayan pada Rabu (02/02/2022).
Menurutnya, permasalahan yang dirasakan oleh masyarakat NTT, sedang dirasakan oleh Gorontalo.
“NTT memiliki problem yang mirip dengan Gorontalo, dapil saya. Indonesia Timur harus mendapat perhatian yang lebih dibandingkan wilayah lain di Indonesia. Lima daerah termiskin di Indonesia semuanya berasal dari Indonesia Timur,” kata Gobel.
“Kita harus memulai dengan pembangunan sumberdaya manusia. Ada pepatah Jepang yang patut kita contoh: sebelum membuat barang yang baik, maka harus dimulai dengan membangun manusia yang baik terlebih dahulu. Di sinilah pentingnya pendidikan dan kesehatan,” kata politisi Partai NasDem itu.
Dalam kesempatan itu, ia pun mencontohkan garam dari NTT memiliki kualitas premium, dan mendekati kualitas garam industri. Namun dalam kenyataan harganya sering tak sebanding dengan kualitasnya.
“Jadi, perlu strategi marketing, perlu narasi tentang garam NTT. Selain itu, harus bersatu agar tidak ada banting-bantingan harga. Indonesia sangat membutuhkan garam dan ke depan kebutuhannya akan terus meningkat. Saat ini Indonesia masih mengimpor garam industri,” katanya.
“Butuh sentuhan lebih lanjut agar ekonomi garam di NTT menjadi kuat,” tambahnya.
Gobel menjelaskan, NTT tidak hanya memiliki potensi pertanian, kelautan dan sebagainya namun NTT juga memiliki kain tenun, beras Sumba, pariwisata, dan lain-lain. Namun, Kata Dia, potensi-potensi tersebut belum dimaksimalkan atau diolah dengan baik.
Untuk itu, katanya, NTT membutuhkan campur tangan dari pemerintah pusat untuk menjawab semua aspirasi yang sudah disampaikan oleh para bupati dan wakilnya.
“Mereka membutuhkan alat-alat berat untuk membuat jalan perintis, memperluas lahan pertanian, membangun embung, dan lain-lain. Mereka juga menghadapi keterbatasan jumlah tenaga kesehatan seperti dokter, apalagi dokter spesialis,” pungkasnya.
