Jakarta, KomPaknews.com – Alumni Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Fridrik Makanlehi atau yang dipanggil Fritz Alor Boy yang tergabung dalam PK-78 mengapresiasi pusat layanan alumni LPDP. Selain apresiasi, ia juga menyampaikan beberapa hal untuk diterapkan oleh LPDP.
Fritz menemui Pusat Pengalolaan Alumni dan Kepala Divisi Keuangan LPDP dan juga Plt. Kepala Divisi Pengelolaan Alumni LPDP Juni Dearmanita Damanik
“Saya apresiasi buat pelayanan LPDP. Ibu Juni dan pihak penglolaan alumni LPDP sangat menyambut baik, sangat welcome, dan menerima aspirasi yang dianggap baik untuk kemajuan LPDP,” ujarnya setelah bertemu dengan manajamen LPDP di Kantor Pusat LPDP di Kemenkeu. (5/6/2025)
Dikesempatan itu, ia juga menyampaikan berbagai pendapat atau pandangan. Pandangan yang ditawarkan yaitu:
Alumni LPDP Universitas Gadjah Mada (UGM) menyampaikan beberapa gagasan, yaitu:
- Mewakili teman-teman grup Mata Garuda (MG) Kajian Polhukam menyampaikan asiprasi terkait syarat administrasi pencalonan Ketua MG Pusat.
- Permintaan untuk sekretariat MG Pusat di LPDP Cekini dan setiap daerah di Kemenkeu.
- Perkuat MG kembali berbakti (turun langsung lapangan) kepada masyarakat melalui MG mengajar atau mengabdi.
- Mengusulkan tambahan formasi yatim piatu, beasiswa Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu, anak-anak korban bencana alam, anak-anak ojek atau driver.
- Pengurangan quota luar negeri dan perbanyak quota dalam negeri. Dengan tujuan untuk membangkit perputaran ekonomi dalam negeri.
- Kurangi fresh graduate. Sebab, agar tidak menambah angka pengangguran.
- Pembekalan atau Persiapapan Keberangkatan diperkuat lagi, seperti pembabahan materi pengenalan budaya atau situasi universitas ditujukan.
- LPDP menyarankan, apabila formasi agama lain diluncurkan, para alumni dapat merekomendasikan universitas yang sedang fokus memiliki program studi agama lain tersebut.
- Fritz mengusulkan agar LPDP bekerja sama dengan pemerintah Kabupaten/Kota Daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) untuk penambahan quota khusus.
Semua usulan yang baik dan berharga ini diterima dengan baik dan akan dibicarakan di internal LPDP.
Menurut Fritz, Dia, Daud Dollu dan Mukhanif pernah mengusulkan formasi baru di Persiapan Keberangkatan (PK) 78. Fritz mengusulkan agar ada penambahan formasi khusus Indonesia Timur, mengingatkan SDM Indonesia Timur yang belum mumpuni. Selain itu, Daud Dollu juga ikut menguatkan ide itu.
Hingga, LPDP menerimanya dan menerapkannya. Formasi itu bernama Beasiswa Indonesia Timyur (BIT).
Sementara itu, Mukhanif mengusulkan agar LPDP menerapkan formasi khusus Difable atau berkebutuhan khusus . Kini, Formasi Difable sedang diterapkan.
Semoga semua ini dapat terealisasi dan dinikmati oleh seluruh masyarak Indonesia, yang membutuhkannya.
