Berita  

Diskrimninasi Minoritas dalam Rekrut 10.000 Pekerjaan di Jakarta, Aktivis Fritz Alor Boy Kritik KADIN DKI: Stop Diskriminasi Minoritas. Kok, NasDem DKI Jakarta Tak Tolak Syarat itu?

Flyer diskriminasi minoritas yang sedang beredar di medsos.

Jakarta, KomPaknews.com – Sebuah flyer yang berisikan ‘mau penghasilan 4,5-10 juta per bulan?’, yuk bergabung bersama KADIN DKI Jakarta, raih peluang 10.000 Lapangan Pekerjaan Tenaga Halal, namun dengan syarat beragama Islam.

Merespon hal tersebut, aktivis Fritz Alor Boy mengkritik Ketua KADIN DKI Jakarta Diana Dewi. Tak hanya itu, ia juga mengkritik Ketua DPW NasDem DKI Jakarta Wibi Andrino yang tak menolaknya, justru malah ikut mendukung KADIN DKI Jakarta.

Menurut Fritz, dari 10.000 lapangan pekerjaan KADIN DKI Jakarta hanya berikan kepada agama Islam. Oleh karena itu, katanya, ini bagian dari diskriminasi minoritas.

“Emangnya, NKRI ini hanya satu agama saja kah? atau agama lain tak punya kualitas lagi atau tak membutuhkan pekerjaan? kenapa KADIN DKI Jakarta melakukan tindakan diskriminasi minoritas begini?,” katanya, 15/5/2025.

Dalam flyer itu, tercamtum logo NasDem dan Ketua DPW NasDem DKI sekaligus Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino.

Fritz mengatakan, harusnya NasDem tolak syarat diskriminasi minoritas. Bukannya menolak malah mendukung KADIN DKI Jakarta.

“Harusnya Kaka Wibi ikut menolak syarat diskriminasi minoritas begituan. Malah, ikut mendukungnya,” katanya.

Lantas, sambungnya, kepanjangan dan pengertian NasDem? bukankah NasDem adalah Nasional Demokrat. Dimana, NasDem mementingkan kepentingan politik nasionalisme bukan politik agamis.

“NasDem adalah Nasional Demokrat, yang dimana NasDem selalu mengedepankan ideologi nasionalis. Tapi, dalam situasi ini, kok, NasDem DKI Jakarta malah berubah?,” kritiknya.

Ia mengatakan, sikap yang ditunjukan oleh KADIN DKI Jakarta tidak nasiolisme.

Dapat dinilai, KADIN DKI Jakarta bisa menghancurkan persatuan NKRI di Jakarta.

“KADIN Jakarta sedang melakukan gerakan penghancuran persatuan NKRI dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia yang tercantum dalam PANCASILA,” sebutnya.

“Ini adalah gerakan diskriminasi minoritas yang sangat mengacam persatuan Indonesia. Harusnya, NasDem DKI Jakarta tolak syarat diskriminasi minoritas yang dibuat oleh KADIN Jakarta itu,”tegas Alumni UGM itu.