Sleman, KomPaknews.com l Ketua Umum Yohanes Hiba Ndale dan jajarannya Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Forum Pemuda (FP) NTT melantik pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Forum Pemuda NTT – Yogyakarta.
Kristoforus B. Ate dilantik sebagai Ketua DPW FP NTT – Yogyakarta. Sementara Syahfuat N.Rahmat dilantik sebagai Wakil Ketua DPW FP NTT dan Goncharles Muga Meo dilantik sebagai Sekretarisnya.
Pelantikan itu dilaksanakan di Gedung Serbaguna Sleman, Yogyakarta pada 2/10/2022.
Dalam sambutannya, selaku Ketua Umum Adi mengatakan, sudah saatnya anak muda NTT meninggalkan isu primordial kesukuan dan kedaerahan di tanah rantau untuk NTT bersatu.
Sebab, kata dia, isu primordial itulah yang mengakibatkan orang NTT sulit bersatu di tanah rantau dan menjadi kotak-kotak.
Maka itu, ia meminta agar orang NTT khususnya Forum Pemuda NTT- Yogyakarta harus meninggalkan isu primordial dalam rangka menyatukan dan mempererat masyarakat khsusus pemuda NTT di Yogyakarta maupun di seluruh Indonesia.
Bagi dia, ini merupakan sebuah pekerjaan rumah untuk segera diselesaikan/dirubuhkan.
“Memang, ada satu PR besar buat kita semua. Mari kita tanggalkan (tinggalkan/hilangkan) kotak-kotak primordial diantara kita,” ucap Adi.
“Jangan ada lagi Flores, dia bilang saya dari Flores ko mau bikin apa?; belum lagi orang di Flores, orang Ende bilang: ibu kota ada di Ende, Flores kan ada di Ende. Jadi dia merasa paling hebat dari semua orang Flores yang ada di Flores. Itu pun juga salah; jangan orang timur juga bilang: saya ni yang orang timor, ibu kota provinsi ada di pulau timur, iya kan! Itu pun juga tidak bemar, begitu. Jangan dari Alor juga merasa dia paling berada di pulau Alor, dia juga angkat kepala. Betul ko tidak?; ada yang dari Rote juga, dia merasa paling selatan. Kamu tidak mau lihat saya, saya pergi gabung dengan Australia,” sebut Ketua Umum FP NTT itu.
Lanjutnya, ia meminta kepada seluruh pengurus FP NTT – Yogyakarta agar segera meninggalkan ego primordial guna menyatukan dan menguatka tali persaudaraan NTT.
“Ini ego-ego primordial yang harus dihilangkan, ini memang harus kita rubukan supaya yang ada di tengah kita hanyalah NTT bukan lainnya,” lanjut dia.
Tidak hanya itu, ia meminta agar Ketua Kristoporus Bali Ate dan jajarannya untuk lebih lembut maupun tenang dalam memimpin Forum Pemuda NTT – DIY.
“Satu pesan buat Pak Ketua Yogyakarta (DPW FP NTT – Yogyakarta): hati harus lembut menengani begini banyak isi kepala. Hati harus tenang supaya kita baku sayang. Kalau cepat hati panas bagaimana kita bisa baku lihat? Karena hati su panas, iya kan, jadi ngekor kemana-mana. Tapi dengan hati yang lembut, dia bisa bawa kapal besar ini yang ada di Jogjakarta,” harapnya.
Ia menambahkan, cendana wangi sebagai nama organisasi ini bisa mewangi ke masyarakat Yogyakarta.
“Dan cendana wangi akan tetap mewangi didaerah istimewa Yogyakarta,” sambungnya.
Turut hadir dalam acara pelantikan itu: Wakil Ketua Umum DPP FP NTT Norman Mbula, Sekretaris Jenderal DPP FP NTT Talla Masudin Ahmad, Ketua OKK DPP FP NTT Fridrik (Fritz) Makan lebih Alor Boy, Ketua Kerohanian/Lintas agama DPP FP NTT Pdt. Yones Ray, Ketua DPD FP NTT Jakarta Barat Ebit Rettu, perwakilan FP NTT Jakarta Selatan Ano, FP NTT Jawa Timur, FP NTT Cirebon, Kabinda DIY (mantan Kapolres Jakarta Timur) Andri Bowo, Korem Sleman kolonel infantri Yogi Muhamanto, perwakilan FKPPI DIY, Pemuda Pancasila DIY, Ketua Dewan Penasehat DPW FP NTT DIY Jhon Keban, OKP kemahasiswaan, Sepupu NTT, pemuda Kei, dan para undangan lainnya.
