Berita  

Dua Siswi Alor Raih Medali Perunggu Pada Lomba Olimpiade Penerapan Kimia Tingkat Internasional 2021

Dua pelajar SMAN 1 Kalabahi, Kabupaten Alor, NTT Marice F.M. Makanlehi (kacamata) dan Yustin Lapenangga meraih medali perunggu di Word Chemistry Applied Olimpiade 2021,

Alor, KomPaknews.com l Marice Makanlehi dan Yustin Lapenangga dari Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kalabahi kembali mengharumkan nama Indonesia ditingkat internasional (kanca global). Mereka berhasil meraih medali perunggu pada Lomba Olimpiade Penerapan Kimia tingkat Internasional. Lomba ini telah dialngsungkan pada Selasa (05/10/2021), pukul 18.00 WITA secara online.

Marice dan Yustina mengikuti lomba Word Chemistry Applied Olimpiade 2021 atau Olimpiade Penerapan Kimia Internasional 2021. Marice dan Yustina menggunakan karya ilmiah berjudul ‘Pemanfaatan Limbah Tahu dan Bahan Organik untuk Menghasilkan Listri’.

Pelajar dari daerah 3T (tertinggal, Terluar dan terdepan) atau perbatasan Timor Leste, Marice F.M. Makanlehi dan Yustin Lapenangga, walaupun disituasi 3T namun kedua puteri kota Kalabahi ini berhasil menyingkirkan puluhan finalis dari 10 negara.

Merilis Media Indonesia, Guru pembimbing SMAN I Kalabahi, Maryam K.Djahila Kepada mediaindonesia.com, Kamis (14/10) mengatakan, olimpiade penerapan kimia internasional ini diselenggarakan oleh Indonesia Society Sains (ISS) diikuti dari 21 negara. Dua siswi asal Alor ini bisa tembus masuk final dengan 20 finalis dari 10 negara.

“Pada saat di final, dua pelajar kita presentasi dengan menggunakan bahasa Inggris. Waktu pun diberikan hanya enam menit. Pujian Tuhan, usaha kerja keras anak-anak kita berhasil meraih medali perunggu dalam ajang kimia internasional itu. Saya merasa bangga dua siswa kita asal Alor ini telah mengharumkan nama Indonesia di pentas dunia,” ujar Djahil.

Sementara itu, Marice F.M. Makanlehi pelajar kelas IX SMAN I Kalabahi  yang merupakan anak kandung dari Sabdi Lukas Makanlehi (Camat Alor Tengah Utara) dan Yesi Padabain mengatakan, merasa senang bangga karena bisa meraih medali perunggu di ajang olimpiade penerapan kimia internasional yang diikuti oleh 21 negara di seluruh dunia.

“Saya terharu dan merasa senang sekali, perjuangan kami selama ini tidak sia-sia. Saya berharap prestasi ini menjadi motivasi untuk anak-anak Indonesia, khususnya di Nusa Tenggara Timur terutama di Kabupaten Alor bahwa usaha keras pasti membuahkan hasil. Saya berharap ilmu pengetahuan di bidang kimia di sini semakin berkembang,” ucap Marice yang juga merupakan keponakan kandung Sekjen DPP Gerakan Restorasi Pedagang dan UMKM (GARPU), Fridrik Makanlehi.

Sedangkan, Yustin Lapenangga siswa kelas IX SMAN I Kalabahi yang juga merupakan anak dari kandung Karel Lapenangga dan Martha Nggadas mengatakan, merasa puas dan bangga karena bisa bersaing dengan anak-anak dari 22 negara.

“Kita harus berani mencoba. Jangan takut gagal untuk membuat hasil karya ilmiah. Saya yakin, anak-anak NTT  bisa melakukan itu dan bisa persembahkan untuk Indonesia lewat karya-karya ilmiah karena proses tidak menghianati hasil,” sebut Dia.

informasi ini disampaikan oleh Sabdi Makanlehi kepada awak media KomPaknews.com pada Senin, 18/10/2021 lewan handphone seluler.