Jakarta, KomPaknews.com l Dua tahun menjadi Anggota DPR RI, Julie Sutrisno – Laiskodat telah memperjuangan banyak program untuk dibagikan di dapilnya maupun bukan dapilnya. Hal ini diungkapnya guna menjawab pertanyaan publik terkait prestasi Julie di Parlemen, Senayan, Jakarta(01/03/2022)
Ada banyak orang bertanya, apa sebenarnya prestasi Julie Sutrisno Laiskodat saat menjabat sebagai Anggota DPR RI?
Melalui keterangan tertulis yang dibagikan kepada awak media, sejumlah perjuangannya di DPR RI dibeberkan agar publik yang bertanya terkait apa yang sudah dikerjakan dapat mengetahuinya.
Julie Sutrisno merupakan Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Dapil NTT 1. Komisi IV yang membidangi Pertanian, Kelutan dan Perikanan, Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Bulog.
Dikesempatan tersebut, ia mampu memperjuangan banyak program yang telah disalurkan didapilnya, yaitu:
- Berhasil meningkatkan Penyerapan Program Pusat ke Daerah Pemilihan (Provinsi NTT) diantaranya : Pertama, Mengawal rekruitmen THL-TBPP untuk diangkat sebagai ASN pada tahun 2020 di Dapil NTT I; Kedua, Mengawal Anggaran Perbaikan melalui DAK Non Fisik di di 10 Kabupaten Dapil NTT I. Membidani Lahirnya Pengembangan Kawasan Mano Sebagai Agrowisata yaitu Program Pengembangan Peremajaan Kopi Arabika yang di peruntukan untuk Wisata Kopi Bekerjasama dengan BOP dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta UGM yang selanjutnya dikelolah oleh Steakholder Kopi Manggarai yang terdiri dari : Keuskupan Ruteng, Dinas Pertanian Pengurus MPIG-KMF beserta anggotanya ditambah dengan Kelompok Petani kopi diluar MPIG yang ada di Manggarai Raya (Manggarai Barat, Manggarai dan Manggarai Timur); Ketiga, Memperjuangkan dan menyerap Bantuan Bibit Kelapa sebanyak 500 Bibit untuk Manggarai Timur. – Mengawal Bantuan Benih Jagung Program Provinsi NTT Tahun 2020 Tanam Jagung Beli Sapi di Dirjen Tanaman Pangan sebanyak 10.000 ha; Keempat, Mendorong dan menyerap bantuan usaha untuk Petani-petani Milenial di Provinsi NTT mengembangkan usahanya; dan Kelima, Bekerjasama dengan KLHK untuk mengembangkan Program 1000 Desa Bambu yang sebuah Program jangka Panjang untuk melestarikan Bambu di Indonesia.
- Meningkatkan Kuntitas dan Kualitas Prasarana dan Sarana Pertanian. Di bidang Pertanian Julie Sutrisno Hampir 2 Tahun ini meningkatkan Produksi Pertanian di Dapilnya dengan Memperjuangkan Aspirasi Kelompok Tani yang meminta Prasarana dan Sarana Pertanian di Kementerian Pertanian RI diantaranya selama 2 Tahun berturut-turut menyerap Bantuan Alsintan Pra Panen sebanyak hampir kurang lebih 350 Unit Alsintan berupa Alsintan Hand Tracktor/Traktor Roda 2 (TR2) ,Traktor Roda 4 (TR4), Pompa Air Rice Transplanter (RT), Cultivator, Hand Sprayer Elektrik (Digital). Dan selama 2 tahun berkiprah di DPR RI juga memberikan Bantuan Alsintan Pasca Panen sebanyak kurang lebih 150 Unit Alsintan berupa Combine Harvester (Alat Panen Padi) ukuran kecil, sedang dan besar serta Multiguna, dan Power Threser (Mesin Perontok Padi), Power Threser Multiguna Besar dan yang Kecil, Corn Sheller (Pemupil Jagung dan Corn Sheller Mobile. Serta Bantuan Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO) sebanyak kurang lebih 30 Unit tersebar di Dapil NTT I.
- Berhasil menambah Populasi Perkembangbiakan Hewan, baik Sapi, Kambing, Babi dan Ayam di Provinsi NTT hal ini dapat terlihat pada banyaknya Jumlah Bantuan yang masuk/diserap di Provinsi NTT, Mulai dari adanya Pengembangan Program 1000 sapi, Bantuan Sapi Indukan dan anakan, Kambing, babi dan ayam yang sudah tersalur kepada Kelompok-kelompok Tani untuk dikembangkan yan total keseluruhannya kurang lebh hampir.
- Penurunan angka ketimpangan dan meningkatnya kesejahteraan di nelayan dan pembudidaya Ikan bekerjasama dengan KKP memberikan Pelatihan Budidaya Ikan dan Bimtek peningkatan Mutu dan Nilai Produk Perikanan serta memberikan Bantuan Bioflok sebanyak kurang lebih sebanyak 20 Kelompok Bantuan Benih Ikan sebanyak 2 Juta ekor, Bantuan Calon Induk : 20.000 Bantuan Pakan: 10.000 Kg dan Mesin Pakan yang Tersebar di Dapil NTT 1 4. Meningkatkan Kualitas pengelolaan Sampah dan Hutan di NTT dengan menyerap Program yang di KLHK diantaranya : Pertama, Mengusulkan dan mengawal Permohonan Bantuan Insinerator/Fasilitas Pengolahan Limbah B3 di Labuan Bajo. – Memperjuangkan dan memberikan Program Sosialisasi Pengelolaan Sampah, Limbah Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) di di Dapil NTT I disertai dengan memberikan Bantuan Peralatannya Bantuan Peralatan PSLB3 berupa : – Drop Box Limbah B3 sebanyak : 35 Unit, – Plastik Pengumpul Limbah B3 sebanyak : 7.000 Lembar. APD Petugas Pengelola Limbah B3 : 200 Paket. Kendaraan pendukung penyemprotan disinfektan & tangki serta Pompa sebanyak : 5 Unit (untuk Pemda Kabupaten/Kota). Memperjuangkan dan memberikan Program Bantuan sarana pengelolaan sampah 5 unit motor roda tiga pengangkut sampah terpilah didapil NTT I – Memperjuangkan dan Memberi Bantuan IPAL Pesisir Berupa : Bantuan Kotak-kotak Sampah, Bantuan Alat Pengolah Limbah dari Pedagang Ikan dan Sayur menjadi Pakan Ikan, dan mengelolah sampah Pasar menjadi Bank Sampah di sekitar Pasar Batu Cermin Manggarai Barat. – Memperjuangkan dan memberikan Program Kebun Bibit Rakyat (KBR) selama 2 Tahun ini sebanyak kurang lebih 20 Kebun yang tersebar di Dapil NTT I – Memperjuangkan dan memberikan Bantuan Program Pengadaan Bibit Produktif 40.000 Batang yang terdiri dari Bibit Mangga, Rambutan, jeruk keprok,sawo, jambu bij, Matoa, Nangka yang tersebar di Dapil NTT I – Memperjuangkan dan Memberikan bantuan Program Bang Pesona (pengembangan perhutanan sosial nasional) untuk sebanyak kurang lebih 20 Bang Pesona/Kelompok yang tersebar di Dapil NTT I Itu belum termasuk Program-program Julie sutrisno yang jalankan bekerjasama dan sebagai Ketua Ketua Tim PKK Provinsi NTTP, Ketua Dekranasda Provinsi NTT, Ketua Teritorial Pemenangan Partai NasDem Provinsi NTT,NTB dan Bali diantaranya dalam mengentaskan Stunting, dan memberikan kemandirian kepada Wanita Tani/Perempuan NTT (PKK) dan menghadapi Dampak Covid19 di Provinsi NTT seperti : – Memperjuangkan dan memberikan Bantuan Program Kawasan Rumah Perkarangan pangan Lestari (P2L) bekerjasama dengan Badan Ketahanan Pangan sudah Hampir sebanyak 30 kelompok Tani/Wanita dan pemuda yang tersebar di Desa-desa Model Provinsi NTT. – Melalui PKK NTT melakukan Pemberian 22.000 Telur untuk Tim Medis di Dapil NTT 1, Pemberian 22.000 Telur untuk Tim Medis di Dapil NTT 2 Pemberian 1000 Teh celup Daun Kelor untuk paramedis 14 RS dan 11 Puskesmas – Melalui DPD-DPD NasDEm Kabupaten/Kota di 22 Provinsi NTT melakukan pemberian APD dan pemberian Masker – Melalui DPD-DPD NasDEm Kabupaten/Kota di 22 Provinsi NTT melakukan pemberian Bantuan Sembako berupa 10.000 paket sembako berisi beras, minyak goreng, ikan sarden, mi instan, gula pasir serta alat perlindungan diri berupa masker dan hand sanitizer bagi Keluarga Nelayan, Petani, Masyarakat kelas bawah/yang berpenghasilan rendah, Ibu Hamil dan Lansia. – menyalurkan Bantuan Suplemen Kesehatan Produk Kelompok Usaha Perhutanan Sosial Binaan KLHK dan CSR/Bantuan Natura Perusahaan Pemegang Izin Usaha dan Perusahaan dalan Pembinaan Kinerja KLHK kepada Stakeholder .
