Tangerang, KomPaknews.com l Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Putra-Putri Nusa Tenggara Timur (DPP FKPP NTT) Banten Logo Valenberg mengecam keras tindakan dugaan trafficking yang menimpa lima (5) orang wanita yang berasal dari Maumere, NTT. Dugaan korban tersebut terjadi di Tangerang Kota, Banten. Sehingga, dengan tegas ia akan selamatkan atau amankan korban-korban tersebut.
“Malam ini, perlu saya sampaikan ada tragedi dugaan human trafficking terhadap ade-ade kita dari Flores, NTT, yang mana mereka dijanjikan dua atau tiga hari dipekerjakan, tapi berminggu-minggu dan bulan-bulan sampai detik ini ada yang sakit belum di pekerjaan,” katanya kepada awak media (14/5/2024).
Sehingga, lanjutnya, ia menghimbau agar seluruh organisasi ketimuran untuk segera mengambil tindakan tegas.
“Kita sebagai pemuda Timur harus mengambil sikap hal ini. Jadi, jangan diam saja,” ujarnya lagi.
Logo menegaskan, apabila besok tidak ada organisasi lain yang menyelamatkan korban-korban itu, ia bersama dengan jajarannya akan langsung turun menyelamatkannya secara langsung.
“Kita dari FKPP akan mengambil sikap untuk mengamankan orang kita yang terlibat dalam dugaan human trafficking,” lanjutnya.
Sementara itu, menurut informasi yang sedang beredar di grup Whatsapp, salah satu korban dari Larantuka, NTT sedang mengalami sakit.
“Satu orang Larantuka saat ini lagi sakit,” tulis informasi yang sedang beredar itu.
Dalam postingan itu menjelaskan bahwa, jumlah korban dugaan trafficking itu sebanyak 5 orang.
“Mereka didalam ada 5 orang,” lanjut chating itu.
Lanjutnya, tulis postingan itu, PT yang memperkerjakan kelima orang tersebut yaitu PT PSM.
“PT PMS (diinisialkan oleh redaksi),” tambahnya.
Senada itu, pengacara dari NTT Yandri Sinlae pun angkat suara. Dengan tegas, mereka juga siap turun amankan kelima orang tersebut.
“Kalau tidak ada organisasi lain yang turun amankan, kita dengan Kaka Logo siap turun amankan,” tegas Yandri.
Karena persoalan ini terus terjadi, lanjut Yandri dan teman-temannya itu, siap membentuk tim hukum khusus untuk mengamankan persoalan-persoalan trafficking dan lainnya.
“Kita bentuk saja tim hukum khusus untuk amankan persoalan-persoalan begini,” lanjutnya.
