Jakarta, KomPaknews.com – SejumlahAnggota DPR RI, sesepuh atau tokoh NTT, Forum Pemuda NTT, para pengacara yang berasal dari NTT berkumpul untuk membahas tentang Pemberhentian Tidak Dengan Terhormat Kompol Kosmas Kadju Gae di kawasan SCBD, Jakarta pada 6/9/2025 sore. Pertemuan ini merupakan bentuk solidaritas, jaga persatuan dan jaga kekompokan NTT.
Hadir dalam pertemmuan tersebut yaitu mantan Kepala BNN Komjen (Purn) Gories Mere, mantan Kapolda NTT Irjen (Purn) dan juga merupakan Ketua Dewan Penasehat DPP Forum Pemuda NTT Jacky Ully, Kombes (purn) Alfons Loemau dari Anggota DPR RI dapil NTT kalangan legislatif DPR RI Melchias Markus Mekeng, Julie Sutrisno Laiskodat, Ahmad Yohan, serta Umbu Rudi Kabunang, dari kalangan Forum Pemuda NTT: Petrus Selestinus, Honing Sanny, Petrus Bala Pattyona, Pascalis Da Cunha, Ketua Umum Yohanis Hiba Ndale, Sekjen Talla, Bidang Hukum Wilvridus Watu, OKK Fritz ALor Boy, Marsel Pan, Asis, Holang, Semar, pengacara dari NTT dan lainnya .
Para tokoh-tokoh diatas merasa prihatin terhadap PTDH yang menimpa kader terbaik yang berasal dari NTT, Kompol Cosmas.
Menurut mereka, PTDH tersebut bagian dari ketidakadilan dan tidak tepat.
Dalam diskusi atau pertemuan tersebut, Jacki Ully menceritakan prestasi Kompol Cosmas. Menurutnya, Cosmas pernah mendobrak rumah teroris di Poso. Akibat dari keberaniannya mendobrak pintu para teroris di Poso, salah satu teoris menembaki hingga tembus bahu kiri Cosmas.
Lanjutnya, bahu kiri Cosmas mengalami lubang besar hingga dilarikan ke Jakarta untuk perawatan. Di Jakarta, pihak medis mengatakan bahwa peralatan medis tidak memadai untuk mengobati bahu kiri Cosmas. Mendengar hal tersebut, Jacki Ully yang saat itu masih bertugas sebagai Polri aktif langsung take over ke Singapura. Selama 1 bulan, Cosmas di rawat di Singapura.
Sambunnya, kata Jacki, apabila tidak take over ke Singapura, maka bahu kiri Cosmas bisa amputasi.
Tak hanya memberantas di Poso saja, Jacki mengatakan, Cosmas juga bertugas di Aceh, Papua, Timur Tengah dan lainnya. Artinya, Kompol Cosmas sudah berjasa bagi negara Indonesia.
Malansir selatan Indonesia.com, Anggoat DPR RI Umbu Rudi Kabunang membuka percakapan dengan menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang tewas terlindas kendaraan taktis Brimob saat demonstrasi di depan Gedung DPR RI, akhir Agustus lalu. “Kami menyampaikan permohonan maaf kepada orang tua dan keluarga almarhum. Kami turut berdukacita yang mendalam,” ujarnya.
Namun, Umbu Rudi juga menekankan bahwa kasus hukum yang menyeret nama Cosmas merupakan peristiwa di luar dugaan. “Tidak ada niatan seseorang dengan sengaja menghilangkan nyawa. Karena itu, kita berharap proses banding yang kini sedang berjalan diputuskan seadil-adilnya, seperti aspirasi ratusan ribu orang yang menandatangani petisi agar Kompol Cosmas tidak dipecat,” katanya.
Dukungan juga datang dari Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Ahmad Yohan. Menurutnya, Kompol Cosmas adalah salah satu putra terbaik NTT yang telah mendedikasikan hidupnya selama lebih dari 30 tahun untuk Polri dan NKRI. “Beliau selalu berada di garis depan. Dari Poso, Aceh, Timor Leste, hingga Papua. Bahkan sempat tergabung dalam Pasukan Perdamaian PBB di Sudan. Itu bukan pengabdian biasa,” ujar Yohan.
Cosmas, lanjutnya, bukan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol). Ia meniti karier dari jalur bintara hingga menjabat Komandan Batalyon C Resimen IV Pasukan Pelopor Polda Metro Jaya. Dalam kultur Polri, jabatan tersebut hampir selalu diisi lulusan Akpol. “Beliau menembus sekat itu bukan karena privilese, melainkan karena prestasi nyata dan pengakuan dari institusi,” tambahnya.
Cosmas pun memiliki rekam jejak pengorbanan. Saat bertugas di Poso, ia pernah tertembak di bahu kiri—bekas luka itu masih membekas hingga kini. “Dengan dedikasi dan loyalitas seperti ini, kami meminta Polri meninjau kembali keputusan Sidang Kode Etik yang memberhentikan beliau,” tegas Yohan.
Timbul pertanyaan: Mengapa pihak KKEP tidak melihat jasa-jasa atau pengabdian ‘siap mati’ Kompol Cosmas bagi Indonesia sebelum di PTDH?
