Jakarta, KomPaknews.com – Ketua Dewan Pimpinan Pusat Solidaritas Hukum, Siber dan UMKM (DPP SHUSU) dan Ketua Perkumpulan Anak Jokowi (PAJO), Fridrik Makanlehi, ST, SH.,M.Sc.,M.H.,C.NS, C.ME atau yang dipanggil Fritz ALor Boy telah resmi menyelesaikan S2 Hukum Pidana Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (Unsurya) Jakarta Timur pada 29 Juni 2026 melalui sidang tesisnya.
Menurut pantauan media, dalam keadaan cukup sibuk, baik sibuk menjalankan pekerjaan sebagai advokat atau pengacara, konten kreator, youtuber, wartawan, inflenser, organisasi-organisasi serta dunia politik, ia juga sambil menyelesaikan perkuliahannya.
Menurutnya, ia menyelesaikan S2 Hukum Pidana dengan IPK: 4.0, menghabiskan waktu sekitar 2o bulan atau 1 tahun 8 bulan.
“Puji Tuhan, IPK segitu. Namun, semua itu adalah anugerah atau berkat dari Tuhan Yesus, bukan dari kemampuan saya,” ujar Fritz kepada awak media pada 12 Juli 2026.
“Saya tidak ada apa-apanya, TUHAN YESUS yang ada apanya. Dalam artian, semua itu atas izin dan pertolongan Nya. Tanpanya, saya tidak mungkin bisa kuliah dan bisa menyelesaikan semua studiku,” sambung dia.
Menurutnya, selain selesai tepat waktu menyelesaikan S2 Hukum Pidana Unsurya, ia juga tepat waktu menyelesaikan seluruh studinya, yaitu: Menyelesaikan S1 Teknik Penerbangan menghabiskan waktu 3 tahun lebih, Menyelesaikan S1 Hukum Universitas Terbuka dengan 2 tahun 8 bulan (32 bulan) menyelesaikan S2 Teknik Transportasi UGM dengan 1 tahun 7 bulan (19 bulan),
Silakan cek profilnya: Profil-Biografi Fridrik Makanlehi (Fritz Alor Boy): https://kompaknews.com/profil-biografi-fridrik-makanlehi-fritz-alor-boy/
Ia membagikan tips untuk bisa menyelesaikan perkuliahan tepat waktu. Menurutnya, pilih kuliah, ya, pilih kuliah dan tidak memilih yang lain sambil kuliah.
“‘Kalau pilih kuliah, ya, pilih kuliah. jangan pilih yang lain’. Contoh: jangan fokus pacaran sambil kuliah, jangan mabuk-mabukan sambil kuliah, jangan merokok berlebihan sambil kuliah, jangan suka main cewe (sex bebas) sambil kuliah, jangan main game-game-an sambil kuliah, jangan judi sambil kuliah, jangan life style berlebihan sambil kuliah, jangan ke bar-bar atau tempat diskotik sambil kuliah, dan lainnya,” katanya.
“Saya berhasil melakukan semua itu. Intinya, fokus belajar dan tingkatkan atau matangkan diri dalam organisasi saja serta tidak membuang waktu pada hal-hal yang tidak penting,” tambah alumni UGM itu.
Menurutnya, kuliah sambil pacaran atau mabuk-mabukan dan lainnya akan menyita waktu dan menciptakan pikiran tidak fokus belajar.
“Pacaran dapat menyita waktu belajar, mabuk-mabukan, sex bebas, judi dan lainnya juga sama, yaitu sama-sama menyita waktu belajar dan boros keuangan. Kalau mau selesai tepat waktu, hentikan semua yang saya sebutkan diatas,” ucapnya.
