Jakarta, KomPaknews.com – Mahasiswa NTT – Jakarta Kelvin Malelak mengecam keras tindakan Kapolda NTT Irjen Pol Daniel TM Silitonga, yang telah meluluskan orang luar Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mengambil jatah/quota Catar Akademi Kepolisian (Akpol) orang NTT di kandang atau rumah NTT itu sendiri.
Menurutnya, tindakan yang dilakukan oleh Irjen Pol Daniel tidak memihak pada orang NTT.
Sehingga, ia mempertanyakan keperpihakan Irjen Pol Daniel kepada masyarakat NTT
“Mengapa kuota Akpol NTT dinikmati oleh orang luar NTT?,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya pada 9/7/2024.
“Apakah anak-anak NTT tidak ada yang bagus fisiknya, bagus otaknya, bagus wataknya sehingga sulit lolos dan lulus dalam penerimaan casis Akpol ini?,” tambah dia.
Ia menilai, patut diduga nilai-nilai seleksi Akpol NTT tidak presisi dan tidak transparan, yang selama ini digaumkan oleh pihak Polri.
“Yang diduga ada kolusi terhadap seleksi taruna-taruni Akpol dari Polda NTT.
maka dari itu, kami aliansi mahasiswa dan pemuda NTT memiliki penilaian dan pandangan berbeda, bahwa hasil seleksi Casis Akpol Polda NTT tahun 2024 tidak menunjukkan nilai-nilai Presisi (prediktif, responsibilitas, transparansi dan Berkeadilan), sebagaimana slogan yang selalu digaungkan institusi kepolisian,” kata Kevin.
Dilihat dari nama-nama maupun marga, katanya, “Dimana letak transparansinya jika kuota untuk Polda NTT diisi orang-orang bukan NTT. Dimana keadilannya jika anak-anak NTT selalu dianaktirikan dalam seleksi Akademi Kepolisian”.
Mewakili mahasiswa NTT di Jakarta, ia menuntut:
- Menuntut audit secara transparan terhadap Panitia Pelaksana Seleksi Casis Akpol Polda NTT Tahun 2024
- Menuntut Kapolri mencopot jabatan Kapolda Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga, S.H., M.A. beserta jajaran yang terlibat dalam proses seleksi Casis Akpol tahun 2024.
