Peduli Lewotobi, Mahasiswa S2 Hukum Unsurya Sumbang Donasi kepada FP NTT

Kupang, KomPaknews.com – Mahasiswa S2 Hukum (MH-1) Unsurya Jakarta angkatan 2024 membantu atau menyumbang donasi berupa uang sebesar Rp.3.350.000 ke Posko Forum Pemuda (FP) NTT, untuk disalurkan kepada korban pengungsi Lewotobi, Flores Timur (Flotim), NTT.

Bantuan tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian MH-1 kepada korban pengungsi yang sedang tinggal di lingkungan hutan Wulanggitang, Flotim, NTT.

Donasi ini diserahkan langsung oleh perwakilan Ketua Kelas MH1 Fritz Alor Boy kepada pengurus DPW FP NTT.

“Pada hari ini, saya mewakili teman-teman Mahasiswa semester satu S2 Hukum Unsurya atau MH-1 kepada Posko DWP FP NTT, Yeri Frans dan Rya, untuk disalurkan kepada korban pengungsi Lewotobi,” ujar Ketua Kelas MH1 Fridrik Makanlehi (Fritz Alor Boy) kepada awak media di Kupang (1/12/2024).

Ia mengatakan, donasi tersebut didapat dari hasil kumpul lewat lis Whatsapp Group (WAG) Sosiologi Hukum, yang diasuh oleh Dr. Sudarto.

Kuliah online Mata Kuliah Sosiologi S2 Hukum Unsurya (MH1) Brigjen (Purn) TNI Dr. Sudarto

“Uang ini dari Dosen, Pak Brigjen (Purn) TNI Dr. Sudarto dan kawan-kawan MH1,” tutur dia.

Pemberian bantuan itu, katanya,”bentuk kepedulian MH1 kepada korban pengungsi Lewotobi,” sambung aktivis kemanusian itu.

Sementara itu, Wakil Ketua FP NTT Yeri Frans mengatakan, telah menerima bantuan sebesar Rp. 3.350.000,- dari perwakilan MH1 Fritz Alor Boy.

“Kami telah terima donasi berupa uang sebesar Rp. 3.350.000,- dari perwakilan Mahasiswa S2 Hukum Unsurya, Fritz Alor Boy,” katanya.

“Dalam waktu dekat, donasi ini dengan yang berada di tangan kami akan disalurkan ke lokasi korban pengungsi Lewotobi,” lanjutnya.

Mewakili FP NTT, Ia mengucap terima kasih kepada Dosen MH1 Dr. Sudarto dan seluruh MH1.

“Terima kasih Pak Dr. Sudarto dan MH1 Unsurya. Kiranya, Tuhan membalas kebaikan Bapak dan Ibu semua,” sebutnya.

Sebagai informasi, FP NTT merupakan salah satu organisasi yang sedang membuka posko bantuan dan melakukan penyaluran bantuan tersebut secara langsung di lokasi keberadaan pengungsi Lewotobi.