Jakarta, KomPaknews.com l Sejumlah Massa buruh, Mahaiswa hingga ibu-ibu atau emak-emak menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (21/4/2022) siang. Sejumlah atribut bertuliskan Jokowi gagal, Jokowi mundur, turunkan harga minyak goreng atau revolusi, Jokowi dan DPR penghianat rakyat hingga sejumlah mobil komando dibawa massa.
Berdasarkan pantauan KomPaknews.com di lokasi, DPR RI. Massa buruh dan emak – emak mulai berdatangan mulai pukul 13.30 WIB disusul pendemo dari mahasiswa sekitar pukul 15.00 WIB.
Ada pendemo yang mendemokan tentang persoalan minyak goreng, BBM, tarif listrik dan lainya, namun ada juga yang mengatakan Persiden Jokowi gagal memimpin negeri ini sehinga mereka meminta Jokowi mundur dari jabatannya.
Sejumlah tuntutan seperti turunkan harga BBM, sembako, minyak goreng, gas LPJ, tarif listrik, PDAM, PPN, tolak revisi UU P3, Cabut Omnibuslaw, dan lainnya.
Disisi lain, mereka mengatakan, Jokowi gagal dalam memimpin bangsa ini, sehingga Jokowi mundur dari jabatan Presiden Republik Indonesia.
Selain itu, pendemo meminta, pecat Menteri Perdagangan karena bagi pendemo, Menteri Perdagangan Muhammad Luthi gagal memberantas mafia minyak goreng.
Ada juga yang mengatakan, Jokowi perusak demokrasi. Sehingga pendemo meminta Jokowi mundur dari jabatannya.
Emak -emak dari SPSI Lubis (48) menginginkan, Jokowi segera mundur dari jabatannya. Menurutnya, Jokowi tak mampu membawa perubahan dan tidak mampu memimpin bangsa ini.
“Jokowi mundur skerang Jokowi. Sebab Jokowi tak mampu memimpin bangsa ini,” katanya sambil meneriak Jokowi mundur.
Emak – emak yang terlihat pada foto dibawa ini meminta agar Jokowi segera mundur dan tidak melanjutkan perpanjangan tiga periode. Sebab, kata mereka, Jokowi tidak mampu menurunkan harga minyak goreng, BBM, dan lainnya. Selain itu, kelompok emak – emak yang lain mengatakan, Jokowi tak mampu atau gagal mengawasi para menteri kabinet Indonesia Maju.
Sejumlah mahasiswa tertangkap kamera membawa beberapa atribut yang bertuliskan ‘Front Aksi Mahasiswa Bekasi #tolakhargabbm #Tangkapmafiamigor#Jokowi dan DPR penghianat rakyat, Tolak revisi UU P3 (pembentukan peraturan perundang – undangan), dan lainnya.
Sementara salah pendemo dari mahasiswa UIN Aca meminta, DPR segera mengusut mavia batu bara Ratu Koridor Tanpa Paulin sampai akar -akarnya.
“Komisi III dan VI DPR RI segera menindaklanjuti dan mengusut tuntas mavia batu bara Ratu Koridor Tanpa Paulin,” sebutnya.
Salah satu pendemo dari ARM, Susi (57) yang berasal dari Depok mengatakan, Presiden Jokowi tidak mampu memimpin negeri ini.
“Jokowi tidak mampu memimpin negeri ini, sehingga Jokowi diminta mundur dari Jabatannya,” ujarnya.
Sedangkan menurut Mahasiwa Univ. Pancasila, Daud Antonia, pemerintah segera mencabut dan mengkaji kembali ulang UU IKN serta menunda pemindahan ibukota negara.
“Pemerintah segera mencabut dan mengkaji kembali ulang UU IKN serta menunda pemindahan ibukota negara,” kata dia.
Bersama rombongannya, mereka mendesak dan menuntut Presiden Joko Widodo mengevaluasi kinerja menteri yang bermasalah di kabinet Indonesia Maju.
Serta mereka juga menolak wacana perpanjangan masa jabatan Presiden RI
Pewarta : Fritz
