Jakarta, KomPaknews.com – Pemuda NTT Fritz Alor Boy meminta Pertamina segera secepatnya mengatasi kelangkaan gas elpiji yang sedang dirasakan oleh masyarakat Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Saya dapat banyak laporan soal gas elpiji di Kupang, NTT mengalami krisis atau kelangkaan. Karena itu, saya memihta Pertamina segera mengatasi dan memperbanyak gas elpiji di NTT,” katanya setelah mendapat laporan langsung dari sejumlah masyarakat NTT (12/5/2026).
“Agar masyarakat NTT tidak menderita,” sambungnya.
Kelangkaan itu, kata dia, akibat dari Pertamina tidak serius mengurusi masyarakat di NTT
“Saya menilai Pertamina kurang serius rakyat NTT dan tidak pekah,” sebut alumni UGM itu.
Fritz menilai, kelangkaan gas elpiji tersebut berdampak pada kenaikan harga gas elpiji.
“Semalam saya live tiktok, ada masyarakat yang komen bahwa harga gas elpiji di Kupang sebesar 142 ribu. Ini kan merugikan masyarakat kecil,” ucap nya.
Kalau, sambungnya, harga gas elpiji mahal akan dapat menyebabkan penderitaan.
“Harga gas elpiji mahal, tentu rakyat akan sulit membelinya, yang mengakibatkan penderitaan. Apakah Pertamina biarkan rakyat menderita?,” tanya Fritz.
Sehingga, menurutnya, pemerintah dan Pertamina segera berkolaborasi untuk mengatasi kelangkaan gas elpiji tersebut.
“Pemerintah setempat segera bekerja sama dengan Pertamina untuk perbanyak gas elpiji di Kupang,” tegas dia.
