Berita  

Sebut PIK 2 Ada Negara dalam Negara, Aktivis Fritz Alor Boy Sebut Said Didu Provokator

Jakarta, KomPaknews.com – Aktivis Kemanusiaan Fritz Alor Boy kembali menjadi sorotan publik lantaran menantang debat terbuka dengan Said Didu.

Ia menilai, pernyataan Said Didu terkait PIK 2 ada Negara dalam Negara adalah pernyataan yang menyesatkan.

“Pernyataan Said Didu terkait PIK 2 ada negara dalam negara adalah pernyataan yang menyesatkan masyarakat. Pak Said Didu jangan menarasikan pernyataan yang menyesatkan masyarakat, ” katanya kepada awak media (17/1/2025).

Menurutnya, negara dalam negara bukan berada di PIK 2 tetapi sedang diciptakan oleh Said Didu dan kawan-kawannya.

“Bukankah, Pak Said Didu dan kawan-kawannya yang sedang membangun negara dalam negara dalam Indonesia.  Jadi, jangan jadi provokator,” ujarnya.

“Saya menantang Pak Said Didu berdebat secara terbuka saja bahas PIK 2, beranikah?,” tantang dia.

Ia menyebutkan, Said Didu jangan hanya jadi provokator di tempat saja. Lanjutnya, berani debat dengannya.

“Jangan hanya jadi provaktor saja. Berani, debat dengan saya bahas PIK 2,” katanya.

Ia mengatakan, mengapa Said Didu cuma mempertanyakan Pagar Bambu di Laut Tangerang saja? kan, Pagar Bambu masih banyak di Pulau Sangiang, Pulau Pari Wawonii, Torobulu-Jeneponto, Rempang, Manado, Aceh, Serdang dan lain-lainnya.

“Mengapa cuma bahas Pagar Bambu di Laut Tangerang saja. Bukankah pagar bambu Pulau Sangiang, Pulau Pari Wawonii, Torobulu-Jeneponto, Rempang, Manado, Aceh, Serdang dan lain-lainnya,” kritiknya kepada Said Didu.

“Katanya membelah rakyat, enta rakyat yang mana? kenapa tidak memperjuangkan pagar bambu Pulau Sangiang, Pulau Pari Wawonii, Torobulu-Jeneponto, Rempang, Manado, Aceh, Serdang dan lain-lainnya. Kalau hanya bicara pagar bambu di Tangerang, saya bisa menilai bahwa itu ada udang dibalik batu,” lanjutnya.

Dia mengatakan, kemarin dia langsung cek tanah atau empang Said Didu yang berada di Kronjo, Tangerang, Banten.

“Jangan-jangan, tanah di Kronjo yang belum laku terjual makanya ia ngambek-ngambek dan melampiaskan ke PIK 2,” sebutnya.