Berita  

Sebut Setiap Jenjang Pedidikan Foto Berbeda, Aktivis Fritz Alor Boy Sebut Rismon Sianipar Pakar Tipu-tipu

Influenser atau aktivis Fritz Alor Boy

Jakarta, KomPaknews.com – Aktivis Fritz Alor Boy kembali mengkritik Rismon Sianipar soal gelar pakar telematika. Fritz mengatakan, Rismon bukan pakar telematika melainkan pakar tipu-tipu.

“Sejak kapan, dimana dan tahun berapa sebuah lembaga atau instansi mana menyematkan pakar telematika kepada Rismon?. Sampai hari ini, saya sendiri belum mendapatkan data tersebut,” ujarnya (21/6/2025).

Ia mengatakan, seseorang dibilang pakar apabila benar-benar menguasai satu bidang keahliannya atau memiliki S1, S2, S3 linear dan juga telah menemukan sebuah alat atau teori baru yang sudah disetujui secara akademik.

“Seseorang itu dibilang pakar bila memiliki gelar linear, telah menemukan sebuah teori, alat atau aplikasi baru. Lantar, Rismon sudah temukan apa saja. Silakan buktikan ke publik,” kata Fritz.

Fritz menantang Rismon tunjuk ijazah S3 ke ruang publik. Sambungnya, Soal S3 Yamaguchi University lagi ramai di bahas: apakah dia benar kuliah disitu?.

Apakah Rismon Sianipar berani melayani tantangan yang disalurkan Fritz Alor Boy?

“Saya mengecek di PPDIKTI Kementerian Pendidikan, S1 dan S2 Rismon ada tapi S3 nya nol atau tidak ada. Trus, ini yang dibilang pakar kah?,” tanya dia.

“Sampai hari ini dia tidak berani membuktikan ijazah atau universitas S3 nya. Sampai hari ini, S3 Yamaguchi University belum di sampaikan ke publik. Ada apa?,” ucap Fritz.

“Maka itu, saya menilai, dia bukan pakar telematika melainkan pakar tipu-tipu,” sambung Fritz.

Masih ingat persoalan Jessica Wongso, Rismon Hasiholan Sianipar tampils sebagai pakar dalam memberikan kesaksian. Hasil dari gelar perkara tersebut, Rismon tak mampu bawa Jessica menang melaikan yang diterima yaitu kekalahan.

“Ingat kasus Jessica. Ia tampil sebagai pakar. Tapi, hasilnya kalah dan tidak menang tuh. Apakah ini yang dibilang pakar?,” imbuhya.

Pernyataan tentang setiap jenjang pendidikan harus menggunakan foto yang berbeda-beda. Kata Fritz, tak sama itu palsu, kah?

Ia mencontohkan foto ijazah miliknya. Dimana, foto ijazah S1 dan S2 nya sama semua apakah itu juga palsu?

“Katanya: Seharusnya tiap jenjang pendidikan memakai foto berbeda. Ini justru sama semua. Punya saya S2 dan S2, SKCK serta dokumen lainnya hampir semua sama. Jadi, Rismon tak layak dibilang pakar, ya!,” sebutnya.