Jakarta, KomPaknews.com – Ketua Umum Solidaritas Merah Putih, Silfester Matutina membantah pernyataan Immanuel Ebenezer alias Noel tentang sebanyak empat kali menggerakan orang lain untuk melakukan demo di depan Kementerian BUMN.
Silfester mengatakan, Noel menuding Silfester-lah yang yang menggerakan orang lain untuk melengeserkan jabatan Komisaris Utama PT Mega Eltra pada 2021. Hal itu, Noel samoaikan dalam acara Dua Arah di Kompas TV, Jumat (15/8).
“Pernyataan Noel bahwa saya menggerakkan empat kali demo di depan Kementerian BUMN adalah fitnah keji,”ujar Silfester.
Ia menjelaskan tentang fakta dari aksi demo tersebut.
“Faktanya, aksi itu dipicu kekecewaan relawan terhadap sikap Noel yang membela tersangka teroris Munarman. Relawan Solidaritas Merah Putih tidak pernah ikut terlibat,” tegas Silfester, Sabtu (23/8/2025).
Menurut Silfester, aksi demo itu dilakukan puluhan organisasi yang tergabung dalam Merah Putih Bersatu.
“Jadi, tuduhan Noel jelas ngawur dan tidak punya dasar,” katanya.
Saat itu, kata Silfest, menolak tidak hadir. Ia malah mengisi seminar di waktu yang sama.
Silfester mengatakan, seharusnya Noel bersyukur karena telah mendapat jabatan. Malah, katanya lagi, Noel menebar fitnah pada dirinya.
“Noel bukannya bersyukur diberi jabatan, malah marah-marah dan menebar fitnah,” ujarnya.
Kini, kasus korupsi yang menjerat Noel dianggap Silfester sebagai konsekuensi dari perilaku menyimpang yang sudah lama terlihat. KPK menemukan aliran dana miliaran rupiah ke rekening Noel terkait dugaan pemerasan pengurusan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
“Saya tidak kaget sama sekali. Dari dulu banyak yang mengeluh karena Noel suka meminta uang dengan iming-iming jabatan dan proyek fiktif. Yang paling menyedihkan, kali ini ia memeras rakyat kecil, buruh yang seharusnya dilindungi,” kata Silfester.
Ia pun mengapresiasi langkah KPK yang berhasil menyelamatkan uang buruh. Biaya pengurusan sertifikat K3 yang seharusnya Rp270 ribu disebut-sebut dinaikkan hingga Rp6 juta oleh pihak-pihak yang terlibat.
“Perilaku seperti ini tidak bisa ditolerir. Noel jelas menghisap darah pekerja. Jangan pernah mempermainkan rakyat kecil,” tegasnya.
Selain soal hukum, Silfester mengaku kecewa secara pribadi. Menurutnya, Noel yang dulu pernah ia bantu secara ekonomi justru membalas kebaikan itu dengan fitnah.
“Dulu dia sering datang ke kantor saya minta uang untuk makan keluarganya dan biaya berobat. Sekarang malah menuduh saya di televisi. Itu bukti Noel tidak tahu balas budi,” jelasnya.
