Alor , KomPaknews.com l Demi mencegah penyebaran Covid -19 dan juga demi meningkatkan vaksinasi di lingkungan Kecamatan Alor Tengah Utara (ATU), Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, Camat ATU Sabdi L. E. Makanlehi, SH.,MH mengeluarkan pengumuman bernomor 116/440/138/III/2022 tertanggal 18 Maret 2022, dimana surat tersebut ditujukan kepada masyarakat yang melintasi wilayah Kecamatan Alor Tengah Utara (ATU). Dalam surat tersebut, disampaikan bahwa Pemerintah Kecamatan ATU akan membentuk Posko pemeriksaan kartu vaksin pada dua lokasi, yakni di depan Kantor Camat ATU dan di lintasan Mebung – Mainang, khususnya di depan rumah Sem Maukafeli.
Camat ATU, Sabdi L. E. Makanlehi, SH.,MH, saat dikonvirmasi di ruang kerjanya pada Senin (21/3/2022) menyampaikan bahwa langkah ini diambil guna meningkatkan capaian vaksinasi Kabupaten Alor. Nantinya, lanjut Makanlehi, akan disediakan dua pos pemantau lengkap dengan tim medis, sehingga bagi pelintas yang belum divaksin akan langsung dilayani di tempat.
“Pengumuman ini disampaikan kepada masyarakat yang ada di Alor Tengah Utara maupun pelintas wilayah Alor Tengah Utara sehingga diketahui oleh publik bahwa pentingnya vaksinasi dan pada akhirnya bagi kita ketika sasaran yang ada ini belum tercapai maka dibentuk dua pos, pos satu itu yang di depan Kantor Camat untuk setiap orang yang datang kita lihat apakah basudara, kakak adik sudah vaksin atau belum, belum maka teman – teman di Puskesmas ada siap tiap hari untuk vaksin. Hari sabtu juga ada divaksin” demikian ujar Makanlehi.
Tingkat vaksinasi di Kecamatan Alor Tengah Utara menurut Makanlehi hingga saat ini baru mencapai 60,3% vaksin pertama, 32,9% vaksin kedua, dan 4,51% vaksin ketiga, sehingga langkah pencegatan ini menurutnya perlu diambil. Namun demikian, menurutnya, tindakan pencegatan ini akan diawali dengan sosialisasi baik di tingkat kecamatan, hingga desa, agar masyarakat tidak kaget.
“Mulai hari ini, tadi di Pasar Mebung teman – teman sudah pergi tempel dan sudah umumkan juga. Nanti besok di Mainang juga sudah koordinasi dengan bapak Desa Welai Selatan untuk disampaikan kepada kita punya keluarga yang ada datang di pasar supaya mereka mengetahui. Setelah mengetahui satu dua hari dulu baru nanti dengan teman – teman Polsek dengan teman – teman Danramil dan pihak Kecamatan, Desa, dan ini kita pendekatan – pendekatan persuasive, jadi pos ini bersifat persuasive supaya teman – teman yang belum vaksin segera mengikuti vaksin”.
Untuk mencegah penumpukan warga, menurut Camat Makanlehi, dirinya sudah melakukan survey dan menyiapkan lokasi yang luas sehingga tidak terjadi penumpukan warga yang banyak di lokasi.
“Untuk penumpukan saya kira tidak, karena areal pasar ini kan luas juga begitu, kita bukan langsung di depan sini, di sebelah, jadi arah ruang terbuka. Yang di atas juga begitu, kita sudah cek, kita sudah survey lokasi dan kita kalau nanti pas yang disini maka tidak mungkin ada penumpukan” ungkap Alumni Pascasarjana UNHAS itu. (Seka)
