Waketum Partai NasDem : Jangan Ada Jarak Antara Parpol Dengan Rakyat

Wakil Ketua Umum Partai NasDem dan juga Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI, Ahmad Ali, (foto:fraksinasdem.org)

Jakarta, KomPaknews.com l Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Ahmad Ali menuturkan, penurunan kepercayaan publik terhadap partai politik karena adanya perilaku politisi, anggota DPR dan partai politik yang kerap kali ingkar janji. Menurutnya, parpol khususnya Partai NasDem jangan berjarak dengan masyarakat.

“Perilaku ini yang membuat kita semakin berjarak dengan masyarakat. Perilaku ini yang membuat lembaga DPR semakin dijauhi rakyat,” ungkap Ahmad Ali dalam Workshop Nasional Fraksi NasDem DPRD di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (26/09/2021).

Terkait elektabilitas yang dilakukan oleh Indikator Politik Indonesia yang menyebutkan tingkat kepercayaan kepada DPR dan partai politik paling rendah. Sebagai informasi tingkat kepercayaan publik kepada lembaga politik yaitu DPR hanya mendapatkan 50%, yang sedikit percaya kepada DPR sekitar 36%, 9% tidak percaya. Sedangkan untuk partai politik hanya 48%, 37% sedikit percaya dan 9% tidak percaya.

Ali mengatakan, parpol dan DPR harus mengubah perilaku untuk mendekatkan diri kepada rakyat.

“Maka, partai politik bersama anggotanya harus mulai berbenah diri, melakukan pendekatan, dan mengubah perilaku,” ungkap Ketua Fraksi Partai NasDem DPR itu.

Ia meminta, seluruh anggota legislatif dari Fraksi Partai NasDem harus mendengar dan mengetahui persoalan-persoalan yang dialami rakyat.

Selanjutnya, Partai NasDem sebagai partai termuda yang mempunyai anggota dewan di legistlatif, tentunya harus membawa harapan, mengetahui permasalahan-permasalahan yang dihadapi masyarakat, maupun keluhan-keluhan rakyat Indonesia.

melangsir fraksinasdem.or, Ali menerangkan, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mendirikan Partai NasDem untuk membawa harapan-harapan masyarakat.

“Ketua umum tidak pernah menutup mata terkait permasalahan itu. Kalau kita ingin masuk, tetapi belum bisa mengubah perilaku politik, maka paling tidak mulai memberikan contoh yang baik,” urainya.

Paling tidak, tambah Ali, anggota Partai NasDem tahu takaran-takaran, angka toleransi, batasan-batasan yang kemudian tidak melebihi takaran kepatutan di masyarakat. Sebab, kalau takaran itu dilangkahi bisa mempermalukan diri sendiri.

“Tidak sedikit saudara-saudara kita, kader-kader kita yang terjebak dengan permasalahan karena melakukan tindakan melebihi kewajaran di masyarakat. Peristiwa itu harus menjadi pelajaran buat kita semua, buat saya, yang diberikan kekuasaan oleh rakyat untuk jangan lupa diri dan melakukan perilaku yang menyesatkan partai serta mempermalukan diri sendiri,” ujar Ali mengingatkan.(fraksinasdem.org/*)

Penulis: TIMEditor: TIM/Red