Flores Timur, KomPaknews.com l Yayasan Muhammad Husen Db sukses melaksanakan pengobatan gratis di Bahalone, Desa Bilal, Kec. Adonara Timur, Kab. Flores Timur, NTT.
Pemilik Yayasan Mauhammad Husen Db mengatakan, pelaksanaan pengobatan gratis yang dilaksanakan pada hari itu merupakan sebuah hari yang membahagiakannya.
“Minggu 29 Mei 2022 menjadi hari yang sangat membahagiakan,” ujarnya lewat keterangan tertulis kepada awak media di Ende (30/5/2022).
Menurut dia, pengobatan gratis itu didapat dari Anggota DPR RI yang bertugas di Komisi IV dan IX.
“Acara ini bermula dari permohonan pelaksanaan pengobatan gratis dari Yayasan Muhammad Husen Db kepada Kementerian Kesehatan melalui Kk Julie Sutrisno Laiskodat dan Ibu Ratu Ngadu, Anggota DPR RI Komisi IX dari Fraksi NasDem. Setelah mendapat bantuan dari Kementerian Kesehatan, Yayasan Muhammad Husen Db melakukan proses pengiriman ke Bahalone dan menyusun jadwal pelaksanaan kegiatan,” sebutnya.
Setelah mendapat persetujuan dan penerimaan bantuan obat-obatan, Yayasan Muhammad Husen Db mengirimkan seluruh obat-obatan serta melakukan koordinasi kepada pemerintah daerah Flores Timur melalui kepala dinas kesehatan Flores Timur.
Ia mengakui, proses pelaksanaan pengobatan gratis dilakukan secara bersama-sama.
Katanya, untuk bantuan operasional dan akomodasi dibantu dinas kesehatan Flores Timur.
“Mengingat bantuan yang di berikan oleh Kementerian Kesehatan hanya obat-obatan dan tidak memberikan bantuan operasional dan akomodasi, maka Yayasan Muhammad Husen Db memohon kepada pemda Flores Timur untuk membantu secara teknis pelaksanaannya.”
“Setelah berkoordinasi kepada dinas kesehatan Flores Timur, jadwal pelaksanaan ditentukan hari Minggu 29 Mei 2022. Selanjutnya Yayasan Muhammad Husen Db juga berkoordinasi dengan puskesmas Waiwerang sebagai tempat terdekat yang menjadi lokus pelaksanaan pengobatan gratis,” terangnya.
Setelah obat-obatan sampai di tempat kegiatan,kepala dinas kesehatan Flores Timur mengistruksikan puskesmas terdekat yang bisa membantu secara teknis.
Tidak hanya pengobatan gratis saja yang dilakukan, melainkan ia beserta tim juga melakukan vaksinasi kepada masyarakat setempat.
“Mengingat puskesmas Waiwerang juga berkeinginan melakukan Vaksinasi, maka paket kegiatan pengobatan gratis di barengi dengan pelaksanaan vaksin. Sebagai bentuk dukungan penuh pelaksanaan pengobatan gratis, puskesmas Waiwerang menurunkan full tim yang melakukan pendampingan pelaksanaan pengobatan dan vaksinasi,” katanya.
Ia mengatakan, antusias masyarakat setempat dalam pengobatan gratis dan vaksinasi sangat banyak. Itu bukti bahwa masyarakat Flores Timur sadar bahwa pentingnya kesehatan bagi diri sendiri
“Antusias masyarakat yang datang memberikan isyarat bahwa betapa kebutuhan kesehatan sangat penting dan harus terus dilakukan,” bebernya.
Ia berharap, kementerian kesehatan terus memberikan pengobatan gratis kepada seluruh masyarakat Flores Timur maupun lainnya.
“Secara khusus, saat wawancara media, Kk Muhammad Husen Db, atau yang akrab dipanggil Kk Debe sebagai Ketua Yayasan menyampaikan kepada pemerintah pusat dalam hal ini kementerian kesehatan harus terus memberikan kesempatan untuk pengobatan gratis serta perhatian kepada tenaga kesehatan yang secara tulus membantu masyarakat di pelosok dan pedesaan,” harapnya.
Dikesempatan itu, ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah terlibat dalam pengobatan maupun vaksinasi itu.
“Sebagai wukud penghormatan, Kk Debe mengucapkan terimakasih kepada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Pemerintah Daerah NTT, Dinas Kesehatan Flores Timur, Kepala Puskesmas Waiwerang dan seluruh Tim Dokter dan Perawat, Kepala Desa Bilal, dan seluruh masyarakat yang terlibat secara aktif dalam mensukseskan acara yang sangat penting ini. Semoga lain kesempatan masih terus ada dan bisa dilaksanakan lebih besar dan lebih banyak lagi yang berpartisipasi. Semua niat baik selalu saja banyak jalan mudah dan menggembirakan. Semoga kita semua terus berkarya membangun bangsa meski dengan hal yang sangat sederhana. Sehat dan sukses buat kita semua,” ucap Tenaga Ahli MPR RI itu.
