Daerah  

Surat Terbuka : PLN Dan Ombusdman NTT Harus Evaluasi Kinerja PLN Alor

Surat Terbuka Dari Petani Alor, Lewi Atamau

Kepada Yth.
Direktur PT PLN Wilayah NTT dan Ombusmand RI Perwakilan NTT.

Izin melapor
Kami masyarakat Kabupaten Alor yang tinggal di tiga (3) yaitu Kecamatan Alor Tengah Utara, Alor Selatan dan Lembur sudah dua (2) bulan, yaitu dari bulan September – Oktober 2021, Listrik padam setiap hari dengan waktu yang cukup lama (6-7 Jam) tanpa alasan dan informasi apapun.

Bahkan, sehari listrik bisa padam 3-4 kali. Untuk itu, kami mohon Direktur PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Ombusdman NTT tolong evaluasi manajemen unit PT PLN yang ada di Kabupaten Alor.

Minimal HUMAS PLN berfungsi untuk menginformasikan kepada kami apa, sebabnya dan juga jadwal pemadaman.

Jangan membuat resah masyarakat Tiga Kecamatan ini gegara listrik pung mati hidup tidak jelas.

Anak-anak sekolah mau belajar juga susah dapat terang; orang tua kami yang sakit juga harus terbaring di kamar yang gelap dengan pelita; makan di gelap; mandi di gelap; barang elektronik kami yang harus terbakar; dan lain-lain.

Jangan sampai, ini listrik pintar yang membodohkan masyarakat untuk berpikir miring tentang kinerja PLN.

Kami paham sekali kalau kerja PLN itu beresiko maut. Tetapi, tolong kerja sama yang baik dengan hanya menginformasikan kepada kami apa sebabnya. Ini listrik mati – hidup seperti tidak manusiawi dan jadwal pemadaman.

Barang-barang elektronik, ini juga kami kerja kebun banting tulang di lereng gunung tanam ubi, pisang, sayur, kelapa, kerja batu, kumpul pasir baru beli.

Jadi, kalau barang-barang ini rusak gara-gara PLN pung kariang (akibat), maka itu sunggu tidak profesional. Apalagi hanya daerah-daerah tertentu saja yang listrik suka mati – hidup setiap malam di 3 kecamatan ini.

Apakah karna kami, orang gunung atau orang kampung jadi PLN seenaknyperlakukan begini? Saya pikir tidak begitu. Jadi, mohon kerja sama yang baik.

kepada Anggota DPRD NTT maupun DPRD Alor harus peka. Minimal dalam situasi seperti ini, tolong panggil PLN untuk RDP.

Terima kasih