Oleh Yohanes Masudede, SH.,MH
Merdeka artinya bebas dari segala bentuk penjajahan, kini Indonesia telah merdeka selama 77 Tahun dari belenggu bangsa lain. Kebebesan dapat diartikan sebagai ketidakterikatnya kita dengan pihak manapun atau bebas menentukan arah pembangunan bangsa ini sesuai dengan cita-cita perjuangan para pendiri bangsa ini.
Kebebasan yang kita terima sebagai hadiah dari buah perjuangan bangsa melawan para penjajah sampai hari ini hanyalah sebuah perayaan tanpa makna yang dalam dari perjuangan itu sendiri. Mana mungkin kita berteriak dengan lantang tentang merdeka padahal sesama kita saja belum sepenuhnya merdeka dalam banyak hal.
Kemerdekan yang sejati itu harus dilandasi dengan cinta terhadap sesama anak bangsa, memberikan kesempatan yang sama bagi setiap orang dalam mengisi jabatan pemerintahan, menegakan hukum yang seadil-adilnya, mendorong partisipasi publik sebagai semangat gotong royong dalam mewujudkan Indonesia emas 2045.
Tema perayaan 17 Agustus tahun 2022 yaitu “Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat” tema ini bermakna sebagai motivasi bagi semua anak bangsa agar memiliki rasa optimis yang kuat dalam menghadapi setiap persoalan yang terjadi di bangsa ini. Katakanlah kehadiran Covid-19 yang menghantui semua elemen bangsa baik pemerintah, pengusaha, lembaga masyarakat, dan organisasi kepemudaan dan mahasiswa terkena dampaknya yang luarbiasa itu.
Kini persoalan Covid-19 sudah dapat ditangani dengan baik artinya kita sdh mulai pulih dari penderitaan Covid-19 yang berdampak luas bagi ekonomi negara dan masyarakat. Melewati Covid-19 yang berdampak pada ekonomi memang tidaklah muda oleh sebab itu, bangkit lebih kuat dari tema ini menandakan bahwa bangsa Indonesia harus bisa menghadapi berbagai krisis dari luar yang kemudian dapat mempengaruhi semangat Indonesia maju.
Dalam mewujudkan Indonesia maju tidak hanya melalui ukuran pemerintah dapat menyelesaikan persoalan covid-19 dan juga perekenomian bangsa tetapi lebih dari itu persoalan yang fundamental dari bangsa ini haruslah menjadi perhatian penting dari pemerintah. Persoalan fundamental bangsa seperti Pendidikan, Kemiskinan, kesehatan dan sistem peradilan menjadi kunci penting dalam mewujudkan semangat Indonesia maju.
Persoalan fundamental yang menjadi masalah bangsa Indonesia sampai hari ini hanya dapat diselesaikan dengan baik melalui pengamalan nilai-nilai Pancasila yang diwujudkan dalam sikap dan perbuatan oleh negara. Karena akan sia-sia mengkonsolidasi persatuan sedangkan kita tak bersatu menyelesaikan persoalan yang fundamental bagi bangsa ini. Masalah pendidikan misalnya, dalam alinea IV UUD mengatakan bahwa tugas negara “mencerdaskan kehidupan bangsa” pertanyaannya? Apakah sampai 77 Tahun hari ini semua anak bangsa mendapatkan pendidikan layak atau tidak?
Masalah kemiskinan merupakan masalah yang selalu menjadi pembicaraan semua kalangan masyarakat padahal sumber daya alam kita melimpah dibandingkan negara lain di asia tenggara. Masalah kesehatan bisa di bilang paling sering jadi pembahasan khususnya yang terjadi di daerah Papua dan Papua Barat soal gizi buruk dan penyakit lainnya. Kemudian sistem peradilan yang seringkali tidak adil dalam memutuskan persoalan masyarakat serta penegakan hukum soal HAM yang terjadi di daerah Papua yang kunjung datang penyelesaiannya.
Sangatlah tidak mungkin mengerjakan hal-hal besar lalu ada hal kecil yang belum diselesaikan, karena tak ada perkara besar tanpa perkara kecil yang selesai. Kita tentu berharap bahwa semangat tema perayaan 17 Agustus 2022 tahun ini bukan hanya sekedar mengkonsolidasi semua elemen bangsa untuk bersatu padu memajukan Indonesia. Tetapi semangat tema 77 Tahun ini juga perlu menjadi alarm bagi untuk melihat ke dalam sebelum keluar, karena tak mungkin ada keluarga yang maju kalau di rumah tangganya masih berentakan.
Kalau mau jujur tak ada kemerdekaan yang berarti bagi rakyat Indonesia karena semua aspek pemerintahan masih di selimuti oleh para pemodal yang punya kuasa lebih besar daripada rakyat Indonesia. Keikutsertaan rakyat seringkali hanya memenuhi unsur demokrasi sebagai pengejawantahan suara rakyat. Karena buah manis dari kemerdekaan hanyalah dinikmati oleh segelintir orang.
Ada satu kutipan yang sering terlintas dipikiran apabila merayakan hari kemerdekan Indonesia.
“Merdeka hanyalah sebuah jembatan, Walaupun jembatan emas, di seberang jembatan itu jalan pecah dua: satu ke dunia sama rata sama rasa, satu ke dunia sama ratap sama tangis.” Bung Karno.
Sebuah kutipan yang penuh makna filosofis yang begitu dalam bagi semua anak bangsa.
Dirgahayu Indonesiaku yang ke-77 Tahun.
Engkau begitu kaya tapi selalu diberdayakan oleh-oleh orang yang serakah.
Semoga celakahlah mereka yang menguras kekayaanmu dengan paksa.
Merdeka!
Penulis merupakan Sekretaris Fungsional Organisasi PP GMKI 2022-2024
