Opini  

Selamatkan Bumi Harus Dimulai dari Diri Sendirii

Oleh : Trisensia Ermelinda

Global warning atau pemanasan global merupakan isu besar yang tidak asing di telinga masyarakat umum. Isu ini sering diabaikan oleh masyarakat, bahkan pemerintah sekalipun. Para ilmuwan dan pemerhati lingkungan diberbagai belahan bumi, kini tengah gencar melakukan kampanye dalam rangka menyerukan dan meminta masyarakat global agar lebih peduli terhadap lingkungan.

Baru-baru ini para ilmuwan melakukan aksi demo di Los Angeles yang diwarnai suara pilu, sebab mereka merasa terkadang apa yang disampaikan kurang didengar pemerintah dan masyarakat meskipun yang mereka sampaikan berdasarkan berbagai data dan penelitian yang dilakukan. Saat ini pemanasan global telah mencapai 1,2 derajat celcius, hal ini menyebabkan sangat sulit dalam mencapai target pembatasan pemanasan global 2 derajat menuju 1,5 derajat celcius. Pada tahun 2021 suhu global mencapai rekor terpanas keenam yang pernah dicapai dalam sejarah sedangkan pada tahun 2022 menurut Russell Vose Kepala Pemantau Iklim NOAA, suhu global diperkirakan mencapai sepuluh suhu terpanas yang pernah dicatat.

Kenaikan suhu tersebut menyebabkan banyaknya fenomena dan bencana alam sebagai bentuk respon meningkatnya suhu bumi yang semakin naik setiap tahunnya, seperti kekeringan, kenaikan air laut, mencairnya es dikutub utara dan selatan hingga kebakaran hutan. Selain itu mempengaruhi kesehatan makhluk hidup serta menyebabkan punahnya sejumlah spesies. Tingginya kenaikan suhu global dipicu oleh beberapa faktor seperti meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca, kegiatan industri, penggudulan hutan, kegiatan transportasi dikarenakan meningkatnya gas karbon monoksida dari asap kendaraan, penggunaan CFC (Chloro Four Carbon) yang berlebihan, limbah dari kegiatan peternakan, pertanian dan perkebunan yang tidak diolah dengan baik hingga perilaku konsumtif masyarakat.

Berbagai upaya untuk mengurangi laju pemanasan global tengah gencar dilakukan oleh pemerintah diberbagai negara, namun secara pribadi kita dapat berperan dalam mengatasi dampak pemanasan global, dapat dimulai sejak dini dan dari diri sendiri yakni dengan melakukan reboisasi serta memperluas area tumbuhan hijau, membatasi kegiatan merokok, menghapus e-mail,  menggunakan transportasi umum, meminimalkan penggunaan peralatan yang mengandung CFC seperti AC dan kulkas, mematikan perangkat elekktronik saat tidak digunakan, menggunakan tas daur ulang, serta mengkampanyekan menjaga alam dan lingkungan dengan mengajakan orang-orang disekitar agar lebih peka dan peduli terhadap lingkungan dengan mensosialisasikan melalui media online atau secara langsung mengenai pengetahuan tentang perubahan iklim. Mengajak dan mengajarkan sebanyak mungkin pengetahuan perubahan iklim kepada sesama untuk menghormati dan menjaga lingkungan sebagai bentuk peduli Bumi. 

Penulis merupakan Mahasiswa Pascasarjana di universitas mercubuana
Ilmu Komunikasi Marketing Communication & Corporate